Bitcoin diperdagangkan di dekat $64.000 pada Senin ini, relatif stabil meskipun pasar tradisional mengalami pergerakan tajam. Minyak mentah Brent melonjak hampir 4% ke level tertinggi satu bulan setelah eskalasi serangan AS-Iran mengguncang pasar energi. Sementara itu, saham chip Asia masih tertekan menyusul aksi jual pada Jumat lalu yang dipicu oleh peluncuran model AI baru dari startup China DeepSeek.
Minyak melonjak akibat kekhawatiran Timur Tengah
Minyak mentah Brent mencapai level tertinggi dalam satu bulan, naik hampir 4% setelah AS melancarkan serangan baru terhadap target Iran. Eskalasi ini membuat para pedagang memperhitungkan potensi gangguan pasokan dari Selat Hormuz. Pergerakan ini mendorong saham energi lebih tinggi di awal perdagangan, namun sentimen risk-taking secara lebih luas tetap rapuh.
DeepSeek mengguncang sektor chip
Saham semikonduktor Asia masih terpukul akibat aksi jual pada Jumat lalu. Aksi jual dimulai setelah startup AI China DeepSeek merilis model yang dapat menyaingi produk Barat dengan biaya yang jauh lebih rendah. Hal ini memicu kekhawatiran akan kelebihan pasokan dan tekanan margin bagi produsen chip. TSMC Taiwan dan Samsung Korea Selatan sama-sama mengalami kerugian besar pada Jumat, dan tekanan belum mereda pada pekan ini.
Bitcoin bertahan
Ketahanan Bitcoin di dekat $64.000 menonjol di tengah volatilitas minyak dan saham. Mata uang kripto terbesar ini bergerak dalam kisaran sempit sepanjang Juli, namun belum menembus di bawah $60.000 meskipun ada ketidakpastian makro. Beberapa trader mengamati potensi breakout, namun tidak adanya katalis yang jelas membuat pasar tetap dalam mode tunggu dan lihat.
Semua mata tertuju pada situasi AS-Iran dan perkembangan lebih lanjut dari DeepSeek. Pedagang minyak menunggu sinyal diplomatik, sementara investor chip menanti laporan laba dari produsen besar akhir pekan ini. Langkah Bitcoin selanjutnya mungkin bergantung pada apakah sentimen risk-off yang lebih luas akan mereda atau semakin dalam.




