Loading market data...

The Fed Mempertahankan Suku Bunga dengan Suara Terbelah 9-3; Bitcoin dan Emas Melonjak karena Ketidakpastian

The Fed Mempertahankan Suku Bunga dengan Suara Terbelah 9-3; Bitcoin dan Emas Melonjak karena Ketidakpastian

The Federal Reserve memberikan suara 9-3 untuk mempertahankan suku bunga acuan di 3,5% hingga 3,75% pada hari Rabu, dengan tiga presiden regional yang berbeda pendapat mendorong kenaikan. Ketua Kevin Warsh menolak memberikan sinyal mengenai langkah selanjutnya bank sentral, sehingga pasar harus menafsirkan pemungutan suara yang paling kontroversial selama masa jabatannya. Bitcoin dan emas sama-sama naik atas berita tersebut, sementara Dow Jones Industrial Average mengalami sesi terburuknya dalam lebih dari setahun.

Perpecahan yang mengguncang pasar

Tiga suara yang berbeda pendapat — yang terbanyak sejak Warsh memimpin — menggarisbawahi perpecahan internal mengenai inflasi dan laju pengetatan. Warsh tidak memberikan panduan ke depan, sebuah penyimpangan dari pertemuan-pertemuan sebelumnya di mana The Fed setidaknya mengisyaratkan arah suku bunga. Ketidakpastian ini mendorong imbal hasil Treasury 30 tahun ke level tertinggi sejak 2007, sebuah pergerakan yang membebani saham secara signifikan. Dow turun lebih dari 1%, penurunan satu hari terburuk dalam lebih dari setahun.

Bitcoin dan emas mendapat permintaan beli

Bitcoin dan emas sama-sama naik karena keputusan yang terbelah, sebuah pola yang telah terjadi sebelumnya ketika kejelasan bank sentral memudar. Bagi para pedagang kripto, kurangnya sinyal yang jelas dari The Fed sering menjadi alasan untuk membeli — terutama ketika pasar tradisional sedang mengalami aksi jual. Kenaikan kedua aset ini menunjukkan bahwa investor melakukan lindung nilai terhadap ketidakpastian kebijakan.

Gambaran campuran di Asia

Semalam, Nikkei 225 Jepang naik hampir 1%, diperdagangkan di atas 62.000. KOSPI Korea Selatan menceritakan kisah yang berbeda. Indeks ini turun sekitar 1% pada hari Kamis, memperpanjang penurunan yang telah menghapus sekitar 40% nilainya sejak puncak Juni. Indeks ini anjlok hampir 6% pada hari Rabu, memicu pemutus sirkuit untuk sesi kedua berturut-turut. Regulator Korea Selatan merespons dengan membatasi alokasi ritel di ETF saham tunggal dengan leverage menjadi 20% untuk mengekang kerugian yang diperbesar.

Saham SK Hynix turun hingga 6% dalam perdagangan Kamis, memperpanjang penurunan tajam dua hari. Samsung Electronics mencatat lonjakan laba kuartalan rekor lebih dari 1.800% tahun ke tahun karena permintaan chip memori AI yang melonjak, tetapi investor sebagian besar mengabaikan berita tersebut.

Minyak dan geopolitik

Minyak mentah Brent bertahan di bawah $90 per barel setelah melonjak lebih dari 4% sebelumnya, didorong oleh serangan Iran yang baru terhadap pasukan AS dan serangan drone terhadap fasilitas Saudi. Risiko geopolitik ini menambah lapisan ketidakpastian lain bagi pasar global yang sudah dalam ketegangan.

Manajer portofolio Gina Kim dari Nordea Asset Management mencatat bahwa saldo margin ritel di Korea dan Taiwan adalah sinyal kunci yang harus diperhatikan ketika kepanikan mereda. Untuk saat ini, keheningan The Fed dan kejatuhan bebas KOSPI membuat para pedagang tetap waspada.