AAVE turun 4,12% dalam sehari, diperdagangkan di $90,89, saat terjadi perpecahan tajam antara pedagang ritel dan pemegang besar. Kripto ini kini berada tepat di atas level support utama di $88, sementara open interest melonjak 6,39% — sebuah tanda bahwa uang mengalir ke posisi, bukan keluar.
Akumulasi paus vs. aksi jual ritel
Data posisi paus menunjukkan 54,3% pedagang besar berada dalam posisi net long pada AAVE. Artinya, dompet-dompet terbesar bertaruh harga akan naik, meskipun pasar yang lebih luas mengalami koreksi. Di saat yang sama, pedagang ritel menjual. Pola ini tipikal dari aksi shakeout: pemegang kecil panik sementara paus diam-diam menambah akumulasi mereka.
Ini bukan mayoritas yang besar — 54,3% hanya sedikit di atas lemparan koin — tetapi ini adalah taruhan arah yang jelas. Ketika paus condong long sementara ritel lari ke pintu keluar, sering kali situasi ini mendahului rebound. Itu tidak dijamin, tetapi divergensi ini patut diperhatikan.
Level support menjadi fokus
Level $88 adalah garis batas berikutnya. Jika AAVE bertahan di atasnya, aksi jual saat ini bisa terlihat seperti koreksi. Jika menembus ke bawah, level support berikutnya tidak ada yang tahu. Penurunan 4,12% dari penutupan sebelumnya tidak didorong oleh satu katalis — ini lebih seperti pendarahan lambat, dengan tekanan jual yang meningkat sepanjang sesi.
Volume meningkat, yang sesuai dengan lonjakan open interest. Lebih banyak kontrak dibuka, tetapi harga turun. Ini menunjukkan posisi short baru memasuki pasar, atau posisi long ditambahkan pada harga yang lebih rendah. Data open interest saja tidak memberi tahu sisi mana yang menang, tetapi jika digabungkan dengan posisi paus, ini mengindikasikan akumulasi.
Lonjakan open interest menandakan aktivitas
Peningkatan open interest sebesar 6,39% berarti para pedagang menginvestasikan uang baru. Di pasar yang menurun, hal ini sering menandakan para short seller berdatangan. Namun, ini juga bisa berarti para long melakukan averaging down. Fakta bahwa paus berada dalam posisi net long menunjukkan kemungkinan yang kedua — mereka membeli saat harga turun.
Bagi pedagang ritel yang menonton dari pinggir, pertanyaannya adalah apakah support $8 akan bertahan. Jika iya, akumulasi paus bisa mendorong squeeze cepat ke atas. Jika tidak, para long harus mempertahankan level baru. Lonjakan open interest berarti ada banyak leverage dalam sistem, dan itu dapat memperkuat pergerakan ke kedua arah.
Belum ada yang menyebut bottom. Data menunjukkan kebuntuan: ritel menjual, paus membeli, dan level support kunci yang kemungkinan akan menentukan langkah selanjutnya. Open interest naik, harga turun, dan uang besar condong long. Itulah ceritanya untuk saat ini.




