Augustus, sebuah startup fintech yang bertujuan membangun bank kliring untuk era AI dan stablecoin, telah mengumpulkan pendanaan sebesar $180 juta dan mencapai valuasi $1 miliar. Perusahaan ini menyatakan ingin menggantikan perbankan koresponden lama dengan infrastruktur yang selalu aktif yang menghubungkan sistem pembayaran tradisional dan stablecoin.
Bank kliring jenis baru
Bank kliring berada di antara lembaga keuangan, menyelesaikan pembayaran dan mengelola risiko. Augustus berencana membangun bank yang tidak pernah tidur — memproses transaksi secara real time, 24/7, menggunakan stablecoin di samping jalur konvensional. Ini merupakan terobosan dari sistem saat ini, di mana perbankan koresponden sering mengandalkan pemrosesan batch dan jam operasional terbatas.
Putaran pendanaan $180 juta ini melambungkan Augustus ke status unicorn, sebuah pencapaian langka di lingkungan pendanaan yang lebih ketat saat ini. Perusahaan tidak mengungkapkan investornya, namun besarnya penggalangan dana ini menandakan keyakinan kuat dari para pendukung bahwa model perbankan koresponden lama sudah siap untuk diubah.
Stablecoin — mata uang kripto yang dipatok pada aset seperti dolar AS — telah meledak volumenya, tetapi sebagian besar masih hidup di ekosistemnya sendiri. Augustus ingin menjembatani kesenjangan itu, memungkinkan bank dan fintech memindahkan uang antara rekening tradisional dan dompet stablecoin tanpa hambatan. Jika berhasil, hal ini dapat mempercepat pembayaran lintas batas, mengurangi biaya, dan membuka jalur baru untuk layanan keuangan berbasis AI.
Penawaran perusahaan ini cukup jelas: perbankan koresponden lama itu lambat, mahal, dan terfragmentasi. Augustus menawarkan alternatif yang selalu aktif yang berbicara dalam bahasa SWIFT dan bahasa blockchain. Itu adalah janji besar, dan $180 juta memberi mereka landasan pacu untuk mencoba mewujudkannya.
Augustus belum mengumumkan tanggal peluncuran platformnya. Perusahaan kemungkinan akan menggunakan modal segar ini untuk merekrut insinyur, mengamankan persetujuan regulasi, dan membangun jaringan mitra bank serta penerbit stablecoin. Tonggak sejarah berikutnya yang perlu diperhatikan: apakah mereka benar-benar bisa mendapatkan izin bank kliring dan mulai memindahkan uang sungguhan.



