BitMart, sebuah bursa cryptocurrency, telah tutup. Bursa tersebut menyebut lingkungan pasar dan 'arah strategis masa depan' sebagai alasan penutupannya. Penutupan ini terjadi beberapa hari setelah BitMEX, bursa perpetuals kripto, juga tutup.
Pengumuman penutupan
BitMart tidak memberikan jadwal rinci untuk penutupannya. Pernyataan bursa tersebut menunjuk pada lingkungan pasar saat ini dan pergeseran arah strategis sebagai faktor pendorong. Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan mengenai arah baru tersebut atau apakah perusahaan berencana beralih ke layanan lain.
Penutupan bursa secara beruntun
Penutupan BitMart terjadi tak lama setelah penutupan BitMEX. BitMEX, yang dikenal dengan perpetual swaps-nya, berhenti beroperasi hanya beberapa hari sebelumnya. Penutupan berturut-turut ini telah menarik perhatian pada tekanan yang dihadapi bursa kripto dalam iklim saat ini. Kedua perusahaan menyebut kondisi pasar, meskipun masing-masing memberikan alasan tersendiri.
Yang dihadapi pengguna sekarang
Dengan platform BitMart yang kini offline, pengguna menunggu instruksi tentang cara mengakses dana yang tersisa. Bursa tersebut belum merinci proses penarikan atau batas waktu klaim. Untuk saat ini, satu-satunya pernyataan resmi adalah pernyataan singkat yang mengaitkan penutupan dengan lingkungan pasar dan arah strategis.




