Undang-Undang Clarity telah lolos dari Komite Perbankan Senat AS dan kini bergerak menuju pemungutan suara akhir di lantai Senat. Persetujuan komite tersebut menandai hambatan prosedural yang signifikan bagi undang-undang ini, yang telah dipertimbangkan selama beberapa bulan.
Pemungutan Suara Komite
Anggota Komite Perbankan memberikan suara untuk melanjutkan RUU tersebut setelah sesi markup. Jumlah suara pasti tidak segera dirilis, namun keputusan tersebut mengirimkan RUU ke Senat penuh untuk diperdebatkan. Clarity Act kini bergabung dalam antrian RUU keuangan yang menunggu tindakan di lantai.
Agar RUU tersebut menjadi undang-undang, ia harus disetujui oleh Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Pemimpin Mayoritas Senat belum menjadwalkan pemungutan suara di lantai, namun persetujuan komite biasanya mempercepat jadwal. Setelah Senat menyetujui versinya, Dewan Perwakilan perlu membahas undang-undang pendamping atau menyelaraskan perbedaan antara kedua kamar.
Jika Clarity Act mencapai meja presiden, ini akan menandai pembaruan regulasi keuangan besar pertama yang lolos dari Kongres tahun ini. Anggota parlemen dari kedua sisi telah menyebutkan perlunya aturan yang lebih jelas di sektor ini, meskipun rincian ketentuan RUU tetap tergantung pada negosiasi akhir.
Langkah konkret berikutnya adalah pemungutan suara di lantai, yang bisa terjadi dalam beberapa minggu. Para pengamat mengawasi amandemen yang dapat mengubah cakupan RUU sebelum pengesahan akhir.




