Otoritas Perilaku Keuangan (FCA) secara resmi memperingatkan klub sepak bola Liga Primer untuk tidak menjalin kesepakatan sponsor dengan perusahaan kripto yang tidak berizin. Regulator menekankan risiko liabilitas hukum dan pencucian uang sebagai dasar peringatan ini.
Inti Peringatan
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pekan ini, FCA menegaskan bahwa klub dapat menghadapi tindakan penegakan hukum jika menandatangani kesepakatan dengan perusahaan kripto yang tidak terdaftar dalam daftar otorisasi regulator. Peringatan ini bukan larangan—melainkan pemberitahuan bahwa regulator sedang memantau. Setiap kerja sama dengan perusahaan tidak berizin dapat menjerat klub dalam masalah hukum dan pengawasan regulator.
Mengapa Pencegahan Pencucian Uang Penting
Kepatuhan terhadap pencegahan pencucian uang menjadi prioritas utama. FCA memandang sponsor kripto sebagai saluran potensial untuk pendanaan ilegal jika mitra tidak diverifikasi dengan baik. Regulator berargumen bahwa klub memiliki tanggung jawab untuk mengetahui dengan siapa mereka berbisnis. Peringatan ini menempatkan tanggung jawab pada tim Liga Primer untuk memverifikasi status otorisasi sponsor kripto sebelum menandatangani kesepakatan.
Tindakan yang Perlu Dilakukan Klub
Tanggung jawab berada pada tim kepatuhan masing-masing klub. Mereka perlu memverifikasi setiap mitra kripto melalui Daftar Layanan Keuangan FCA. Kegagalan melakukan hal ini tidak hanya berisiko denda—tetapi juga dapat melanggar regulasi pencegahan pencucian uang. Peringatan ini kemungkinan akan memperlambat pembicaraan sponsor yang sedang berlangsung, terutama dengan mendekatnya jendela transfer musim panas.
Tidak ada klub yang disebutkan, dan tidak ada kesepakatan spesifik yang diidentifikasi. Namun pesannya jelas: FCA mengharapkan klub Liga Primer memperlakukan sponsor kripto sama seperti kerja sama keuangan berizin lainnya.




