Ripple telah memperluas stablecoin RLUSD ke Turki, salah satu pasar kripto terpadat di dunia. Ekspansi ini, didukung oleh mitra lokal baru, memasukkan token tersebut ke pasar senilai $200 miliar. Kapitalisasi pasar RLUSD melampaui $1,8 miliar pada Selasa, memberikan kekuatan sebelum peluncuran di Turki.
Mengapa Turki
Pasar kripto Turki sangat besar — volume perdagangan senilai $200 miliar menjadikannya target utama bagi penerbit stablecoin. Volatilitas Lira membuat warga setempat mencari alternatif yang dihubungkan dengan dolar, dan RLUSD kini bergabung dalam persaingan yang sudah dipenuhi USDC dan USDT. Ripple belum mengumumkan nama mitra tersebut secara publik, namun langkah ini menunjukkan fokus pada akses cepat ke bursa kripto Turki.
Mitra Baru, Strategi yang Sama
Ripple menggandeng mitra baru untuk menangani ekspansi ke Turki, meskipun detailnya masih minim. Perusahaan ini sebelumnya telah mengandalkan perusahaan pembayaran lokal dan bursa kripto dalam peluncuran sebelumnya — diperkirakan skema serupa akan diterapkan di sini. RLUSD pertama kali diluncurkan di XRP Ledger dan Ethereum, dan ekspansi ke Turki kemungkinan berarti infrastruktur tersebut sudah aktif untuk platform lokal.
RLUSD Melebihi $1,8 Miliar
Pencapaian kapitalisasi pasar pada Selasa — $1,8 miliar — memberikan RLUSD pijakan yang baik dalam persaingan stablecoin. Meskipun masih jauh lebih kecil dibanding USDC yang mencapai $35 miliar dan USDT sebesar $110 miliar, pertumbuhannya terus stabil sejak diluncurkan. Turki dapat meningkatkan angka tersebut lebih jauh jika adopsi melonjak.
Waktunya tidak buruk. Stablecoin sedang mendapat pengawasan regulasi secara global, namun Turki belum memberlakukan aturan ketat seperti yang diterapkan di Uni Eropa atau AS. Jendela kesempatan ini mungkin akan segera tertutup, namun untuk saat ini, Ripple terus bergerak.
Apa selanjutnya? Kemungkinan ke negara lain. Strategi stablecoin Ripple sangat terencana — menggandeng mitra regional, mematuhi regulasi lokal, lalu meluncurkan secara publik. Turki adalah langkah pertama untuk paruh kedua 2026.




