Robinhood Chain kini bekerja dengan MetaMask, memungkinkan pengguna mengelola token langsung dari dompet populer tersebut. Langkah ini dapat mendorong aset yang ditokenisasi ke arus utama dan menantang norma-norma keuangan tradisional.
Apa yang dilakukan integrasi ini
Pengguna MetaMask kini dapat terhubung ke Robinhood Chain untuk menyimpan, mengirim, dan menerima token. Dompet tersebut sudah mendukung Ethereum dan jaringan lainnya. Penambahan Robinhood Chain berarti pengguna tidak perlu aplikasi terpisah atau akun bursa untuk mengelola token tersebut. Robinhood Chain adalah blockchain milik perusahaan itu sendiri, yang dibangun untuk aset yang ditokenisasi seperti saham dan obligasi.
Aset yang ditokenisasi — versi digital dari sekuritas tradisional — telah berjuang untuk menjangkau investor biasa. Kebanyakan orang masih membeli saham melalui pialang, bukan dompet blockchain. Dengan terhubung ke MetaMask, yang memiliki jutaan pengguna aktif, Robinhood Chain menghilangkan hambatan utama. Pengguna kini dapat berinteraksi dengan aset yang ditokenisasi tanpa harus mempelajari platform baru. Hal itu dapat mempercepat adopsi.
Tantangan terhadap keuangan tradisional
Integrasi ini mengaburkan batas antara pialang terpusat dan keuangan terdesentralisasi. Robinhood sendiri adalah pialang arus utama, tetapi MetaMask adalah dompet kustodi mandiri. Kombinasi itu memungkinkan pengguna menyimpan aset di luar sistem Robinhood sambil tetap menggunakan rantainya. Keuangan tradisional bergantung pada perantara seperti bank dan pialang. Langkah ini memungkinkan orang melewati beberapa perantara tersebut, setidaknya untuk aset yang ditokenisasi. Ini adalah tantangan langsung terhadap model lama.
Belum ada jadwal yang diberikan kapan fitur ini akan tersedia untuk semua pengguna. Perusahaan-perusahaan tersebut belum menyatakan apakah dompet lain akan ditambahkan kemudian.




