Harga saham Circle naik 15% dalam perdagangan terakhir, didorong oleh gelombang adopsi stablecoin dan proyeksi positif dari analis Wall Street. Kenaikan ini mencerminkan kepercayaan yang semakin kuat terhadap USDC, stablecoin andalan perusahaan, seiring perluasan kasus penggunaannya dari perdagangan kripto ke pembayaran dan keuangan terdesentralisasi.
Mengapa Saham Melonjak
Kenaikan 15% terjadi seiring investor memborong saham Circle setelah serangkaian sinyal positif. Analis terus memperbarui proyeksi mereka, dengan beberapa menunjukkan perluasan jangkauan USDC sebagai katalis utama. Kapitalisasi pasar stablecoin ini terus meningkat, dan integrasi baru dengan platform pembayaran serta protokol pinjaman telah meningkatkan volume transaksi.
Mood Wall Street berubah menjadi lebih optimis bulan ini. Sejumlah laporan riset menyoroti potensi Circle merebut pangsa pasar lebih besar dari pasar stablecoin yang bernilai lebih dari $150 miliar. Seorang analis menyebut USDC sebagai 'tulang punggung keuangan kripto institusional,' meskipun pernyataan tersebut bukan kutipan langsung melainkan parafrase dari sentimen umum yang dilaporkan. Intinya: analis melihat 'potensi kenaikan signifikan' bagi Circle seiring meningkatnya adopsi.
Adopsi Stablecoin Semakin Cepat
USDC bukanlah hal baru, namun utilitasnya semakin meluas. Yang awalnya hanya sebagai pasangan perdagangan kripto-ke-kripto kini mendukung remitansi lintas batas, operasi kas treasury perusahaan, bahkan penggajian untuk beberapa perusahaan berbasis blockchain. Circle juga menjelajahi produk berbasis imbal hasil, memungkinkan pengguna memperoleh bunga dari simpanan USDC mereka melalui kemitraan dengan platform seperti Compound dan Aave.
Pasokan stablecoin ini tumbuh sekitar 40% dalam kuartal terakhir, berdasarkan data on-chain. Pertumbuhan ini selaras dengan tren industri yang lebih luas: bank sentral dan regulator mulai menerima aset digital yang dipegang terhadap dolar, meski AS belum memiliki undang-undang stablecoin yang komprehensif. Circle terus berupaya mendorong peraturan yang jelas, berargumen bahwa kepastian regulasi akan membuka permintaan institusional yang lebih besar.
Argumen Bullish Wall Street
Bank investasi dan lembaga riset independen kembali memperhatikan Circle setelah periode kehati-hatian. Pencatatan publik perusahaan tahun lalu memberikan profil keuangan yang transparan, dan laporan kuartal terakhir menunjukkan pendapatan dari imbal hasil bunga pada cadangan USDC dan biaya transaksi. Margin masih tipis, namun analis memperkirakan akan membaik seiring efek jaringan mulai terasa.
Salah satu proyeksi menetapkan target harga untuk Circle yang mengindikasikan kenaikan 20% lagi dari level saat ini, dengan asumsi USDC mempertahankan pangsa pasar dan kejelasan regulasi tercapai dalam 12 bulan. Perusahaan lain mencatat kemitraan Circle dengan BlackRock — yang mengelola cadangan kas pendukung USDC — memberikan keunggulan kredibilitas dibanding rival yang lebih kecil.
Namun, risiko tetap ada. Pasar stablecoin sangat kompetitif, dengan USDT dari Tether masih mendominasi berdasarkan kapitalisasi pasar. Kompetitor seperti PYUSD dari PayPal dan DAI dari MakerDAO juga berebut pangsa pasar. Volatilitas pasar kripto yang lebih luas berpotensi memengaruhi saham Circle, yang terkadang bergerak sejalan dengan bitcoin.
Laporan keuangan berikutnya yang dijadwalkan awal Mei akan memberikan gambaran lebih jelas kepada investor apakah tren adopsi terkini telah berubah menjadi pertumbuhan pendapatan. Circle juga menunggu keputusan SEC mengenai aplikasi untuk beroperasi sebagai kustodian berkualifikasi, izin yang memungkinkannya menyimpan aset digital untuk klien institusional secara langsung. Keputusan tersebut dapat mempercepat atau menahan kinerja saham — tergantung keputusan regulator.




