Worldcoin (WLD) melonjak 22% dalam 24 jam terakhir, menembus saluran menurun (descending channel) yang berkepanjangan yang telah menekan token tersebut selama berminggu-minggu. Pergerakan ini terjadi saat para trader meningkatkan taruhan bullish di pasar derivatif, meskipun data on-chain menunjukkan koin terus mengalir keluar dari bursa — sebuah pola yang sering dikaitkan dengan akumulasi, bukan penjualan.
Penembusan dari saluran menurun
Token ini telah bergerak turun di dalam saluran menurun sejak pertengahan Februari, berulang kali gagal bertahan di atas resistensi. Hal itu berubah dalam sesi Rabu ketika WLD menembus batas atas dengan volume di atas rata-rata. Analis teknis melihat breakout semacam ini sebagai sinyal potensial pembalikan arah, terutama jika disertai dengan tekanan beli yang meningkat.
Harga Worldcoin saat ini berada di dekat $2,10, level yang sempat bertindak sebagai support pada awal Maret. Zona resistensi berikutnya berada di sekitar $2,35, di mana token sempat tertahan di awal bulan ini.
Pasar derivatif berbalik bullish
Minat terbuka (open interest) pada futures WLD dan perpetual swap melonjak tajam selama rally, menunjukkan masuknya modal baru ke pasar, bukan sekadar short covering. Tingkat pendanaan (funding rates), yang mengukur biaya memegang posisi long, berubah positif untuk pertama kalinya dalam beberapa hari. Hal itu menunjukkan para trader derivatif bertaruh bahwa tren naik masih berlanjut.
Data likuidasi menunjukkan bahwa relatif sedikit posisi short yang terkena dampak — sebagian besar posisi tampaknya adalah long baru yang ditambahkan untuk mengantisipasi kenaikan lebih lanjut. Rasio kontrak long terhadap short di bursa utama condong kuat ke arah bullish.
Arus keluar bursa terus berlanjut
Meskipun melonjak, WLD terus meninggalkan dompet bursa dengan laju yang stabil. Arus keluar bersih (net outflows) telah negatif selama tujuh hari berturut-turut, artinya lebih banyak token yang ditarik daripada disetorkan. Tren itu sering menandakan bahwa pemegang memindahkan koin ke cold storage atau ke protokol keuangan terdesentralisasi untuk mendapatkan imbal hasil, mengurangi pasokan yang tersedia untuk dijual segera.
Beberapa pelaku pasar melihat kombinasi kenaikan harga dan penurunan saldo bursa sebagai tanda konstruktif. Jika arus keluar berlanjut sementara permintaan tetap tinggi, token tersebut bisa menghadapi tekanan pasokan (supply squeeze) yang mempercepat rally.
Pertanyaan sekarang adalah apakah breakout dapat bertahan di atas saluran dan menarik volume yang cukup untuk menguji level tertinggi Februari di dekat $2,80. Kegagalan untuk bertahan di atas $2,00 akan membuat breakout diragukan dan bisa menarik kembali para bear ke pasar.




