Amerika Serikat telah kembali memberlakukan blokade angkatan laut di pelabuhan Iran, meningkatkan krisis Selat Hormuz. Sebuah pasar prediksi kini memberikan peluang sebesar 44% bahwa blokade tersebut akan berakhir pada 31 Agustus 2026.
Mengapa blokade diberlakukan kembali
Langkah ini diambil saat ketegangan di Selat Hormuz semakin meningkat. Angkatan Laut AS memberlakukan blokade di pelabuhan Iran, sebuah langkah yang secara efektif membatasi perdagangan maritim ke dan dari Iran. Selat Hormuz merupakan jalur air penting untuk pengiriman minyak global, dan blokade ini mengancam akan mengganggu rantai pasokan. Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah AS yang merinci pemicu spesifik pemberlakuan kembali blokade ini, namun krisis telah berkembang selama beberapa minggu.
Apa yang ditunjukkan oleh pasar prediksi
Polymarket, sebuah platform prediksi terdesentralisasi, menunjukkan probabilitas 44% bahwa blokade akan dicabut pada 31 Agustus 2026. Angka ini mencerminkan taruhan kolektif para pedagang yang bertaruh pada hasil tersebut. Pasar ini menunjukkan ketidakpastian yang signifikan: peluang 56% bahwa blokade akan berlanjut setelah tanggal tersebut. Pasar prediksi memiliki rekam jejak yang beragam tetapi sering digunakan untuk mengukur sentimen terhadap peristiwa geopolitik.
Dampak pada pengiriman dan minyak
Blokade ini secara langsung memengaruhi pelabuhan Iran, yang menangani sebagian ekspor negara tersebut. Sekitar seperlima minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap hari. Gangguan di sana dapat menimbulkan dampak berantai pada pasar energi global. Perusahaan pelayaran sudah mulai mengevaluasi opsi pengalihan rute, meskipun detail penegakan blokade masih belum jelas. Harga minyak menunjukkan volatilitas dalam beberapa hari terakhir karena para pedagang mempertimbangkan risiko kebuntuan yang berkepanjangan.
AS belum mengumumkan jadwal durasi blokade. Probabilitas 44% di pasar prediksi akan diuji saat tanggal 31 Agustus 2026 semakin dekat dan seiring dengan upaya diplomatik yang berlangsung.




