Loading market data...

Iran dan Oman Mengadakan Pembicaraan Keamanan saat Pasar Prediksi Melihat Peluang 43,5% untuk Pertemuan AS-Iran

Iran dan Oman Mengadakan Pembicaraan Keamanan saat Pasar Prediksi Melihat Peluang 43,5% untuk Pertemuan AS-Iran

Iran dan Oman melanjutkan diskusi mengenai keamanan di Selat Hormuz, titik rawan kritis bagi pengiriman minyak global. Pembicaraan ini berlangsung saat pasar prediksi memberikan probabilitas 43,5% bahwa pertemuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran akan terjadi pada 31 Agustus 2026.

Ruang lingkup pembicaraan

Kedua negara belum mengungkapkan agenda spesifik, namun Selat Hormuz adalah jalur air sempit antara Oman dan Iran yang dilalui sekitar seperlima minyak dunia. Iran secara periodik mengancam akan menutup selat tersebut sebagai respons terhadap sanksi atau tekanan militer. Oman secara historis bertindak sebagai mediator antara Iran dan negara-negara Barat, pernah menjadi tuan rumah pembicaraan saluran belakang di masa lalu.

Putaran diskusi saat ini tampaknya berfokus pada de-eskalasi dan kebebasan navigasi. Belum ada jadwal untuk kesepakatan yang lebih luas yang diumumkan.

Apa yang dikatakan pasar prediksi

Di platform prediksi terkemuka, para pedagang saat ini melihat kemungkinan 43,5% bahwa pertemuan diplomatik AS-Iran akan terjadi sebelum 1 September 2026. Angka tersebut telah berfluktuasi dalam beberapa pekan terakhir, mencerminkan ketidakpastian apakah kedua negara dapat menjembatani perbedaan mendalam mengenai isu-isu seperti program nuklir Iran dan pengaruh regionalnya.

Pasar tidak menentukan format atau lokasi pertemuan semacam itu. Bisa berkisar dari pertemuan puncak formal hingga pertemuan tingkat rendah di sela-sela acara multilateral.

Mengapa Selat Hormuz penting

Gangguan apa pun di Selat Hormuz akan mengirimkan gelombang kejut melalui pasar energi global. Sekitar 20 juta barel minyak mentah dan produk minyak bumi melewati jalur air tersebut setiap hari, menurut Administrasi Informasi Energi AS. Iran telah menggunakan ancaman menutup selat sebagai alat tawar dalam negosiasi sebelumnya.

Oman, yang berbagi kendali selat dengan Iran, memiliki kepentingan untuk menjaganya tetap terbuka. Kesultanan ini telah mempertahankan hubungan diplomatik dengan Teheran dan Washington, memposisikan dirinya sebagai perantara.

Apa yang akan terjadi selanjutnya

Pembicaraan antara Iran dan Oman diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa pekan mendatang. Apakah hal itu akan mengarah pada pertemuan langsung AS-Iran masih menjadi pertanyaan terbuka. Probabilitas 43,5% dari pasar prediksi menunjukkan bahwa para pedagang melihatnya sebagai kemungkinan, tetapi jauh dari kepastian.