Loading market data...

Iran Tolak Gencatan Senjata AS, Trump Ancaman Serangan; Bitcoin dan XRP Tetap Stabil

Iran Tolak Gencatan Senjata AS, Trump Ancaman Serangan; Bitcoin dan XRP Tetap Stabil

Iran telah menolak proposal gencatan senjata AS yang disampaikan oleh para pemimpin Irak pada hari Jumat, sehingga mendorong Presiden Trump untuk mengancam "serangan besar-besaran" terhadap Iran dan Houthi. Perkembangan ini membuat futures saham AS turun, namun harga Bitcoin dan XRP tetap stabil, menunjukkan keterpisahan kripto dari reaksi pasar tradisional terhadap risiko geopolitik.

Gencatan senjata ditolak, ancaman meningkat

Para pemimpin Irak menyampaikan proposal gencatan senjata AS kepada pejabat Iran pada hari Jumat, namun Teheran dengan cepat menolaknya. Sebagai tanggapan, Presiden Trump memperingatkan akan adanya "serangan besar-besaran" yang menargetkan Iran dan Houthi. Sikap AS terkait kendali Selat Hormuz masih belum jelas, menambah lapisan ketidakpastian lain di kawasan tersebut.

Saham turun, kripto tetap tenang

Futures saham AS turun setelah berita tersebut, mencerminkan kegelisahan investor tentang kemungkinan eskalasi. Namun pasar kripto tidak bereaksi. Harga Bitcoin dan XRP tetap stabil, menunjukkan bahwa aset digital saat ini tidak memperhitungkan premi risiko yang sama seperti saham. Apakah ketahanan ini akan bertahan jika situasi memburuk masih menjadi pertanyaan terbuka.

Selat Hormuz menjadi fokus

Posisi AS yang belum jelas mengenai Selat Hormuz merupakan variabel kunci. Jalur air ini sangat penting untuk pengiriman minyak global, dan gangguan apa pun dapat berdampak pada pasar energi. Untuk saat ini, pasar kripto tampaknya memperlakukan kebuntuan ini sebagai masalah regional, bukan ancaman sistemik.

Yang diamati para trader

Dengan tidak adanya pembicaraan diplomatik baru yang diumumkan, fokus langsung adalah pada apakah Trump akan menindaklanjuti ancamannya. Kurangnya strategi AS yang jelas mengenai Selat Hormuz membuka ruang untuk kesalahan perhitungan. Trader kripto kemungkinan akan mengawasi harga minyak dan tanda-tanda konflik yang lebih luas, namun untuk saat ini, pasar tetap bertahan.