Marinir AS telah naik ke sebuah kapal tanker sebagai bagian dari operasi yang terkait dengan blokade pelabuhan Iran yang sedang berlangsung, sementara AS memperluas serangan terhadap infrastruktur di wilayah yang sama. Sebuah pasar prediksi kini memberikan lalu lintas Selat Hormuz peluang 0,9% untuk kembali normal pada 31 Juli.
Operasi Naik ke Kapal
Detail masih terbatas, tetapi aksi naik ke kapal terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Teluk Persia. Militer AS belum merilis nama kapal atau alasan spesifik dari tindakan tersebut. Langkah ini tampaknya terkait dengan blokade yang lebih luas terhadap pelabuhan Iran, yang telah diterapkan AS sebagai bagian dari strateginya untuk menekan Teheran.
Serangan yang Diperluas pada Infrastruktur
Di samping aksi naik ke kapal, AS telah memperluas kampanye serangan udaranya terhadap target infrastruktur. Serangan tersebut digambarkan dalam konteks blokade pelabuhan Iran, meskipun pejabat tidak merinci fasilitas mana yang terkena atau tingkat kerusakannya. Eskalasi ini menunjukkan bahwa AS berusaha menurunkan kemampuan Iran untuk memindahkan barang dan pasokan militer melalui pelabuhannya.
Prospek Selat Hormuz
Selat Hormuz, titik tersumbat kritis untuk pengiriman minyak global, telah mengalami gangguan akibat blokade tersebut. Menurut pasar prediksi, lalu lintas melalui selat itu diperkirakan akan normal pada 31 Juli, tetapi probabilitasnya hanya 0,9% — indikator tajam tentang betapa tidak pastinya situasi ini. Para pedagang dan perusahaan pelayaran mengamati dengan saksama, karena penutupan yang berkepanjangan dapat mengguncang pasar energi.
AS belum menetapkan jadwal untuk mencabut blokade, dan tidak jelas apakah aksi militer baru-baru ini dimaksudkan untuk menegakkannya atau untuk menekan Iran agar bernegosiasi. Apa yang terjadi selanjutnya kemungkinan tergantung pada respons Teheran dan apakah Selat Hormuz benar-benar dapat dibuka kembali pada akhir Juli.




