Polymarket, pasar prediksi terdesentralisasi, kini memberikan peluang 22,5% untuk invasi AS ke Iran. Lonjakan ini terjadi setelah laporan semalam bahwa Iran menembakkan rudal dan drone di sebagian wilayah Teluk, meningkatkan ketegangan yang telah berlangsung selama berminggu-minggu.
Peluang melonjak akibat eskalasi serangan
\nSebelum laporan tersebut, pasar berada di sekitar 15%. Kenaikan 7,5 poin dalam satu hari mencerminkan seberapa cepat pedagang menilai ulang risiko setelah berita peluncuran proyektil tersebar. Kontrak Polymarket memungkinkan pengguna untuk bertaruh pada hasil biner, dan kontrak 'Invasi AS ke Iran pada 2025' mengalami volume perdagangan yang tinggi.
Apa yang dilaporkan semalam
\nLaporan yang belum dikonfirmasi dari kawasan tersebut menggambarkan Iran meluncurkan rudal dan drone yang melintasi wilayah udara Teluk. Baik militer AS maupun pejabat Iran belum memberikan komentar publik. Laporan tersebut tidak menyebutkan target atau korban, tetapi skala tembakan tampak lebih besar dari pertukaran sebelumnya.
Bagaimana pasar prediksi bereaksi terhadap konflik
\nPolymarket telah menjadi tolok ukur utama risiko geopolitik di kalangan pedagang yang menganggapnya sebagai alat probabilitas waktu nyata. Kontrak Iran di platform tersebut kini mengimplikasikan peluang sekitar satu banding lima untuk invasi darat. Pasar serupa untuk zona konflik lain sering bergerak berdasarkan laporan intelijen mentah, bukan pernyataan resmi pemerintah.
Perubahan semalam menunjukkan bahwa bahkan data serangan yang belum terverifikasi dapat mengubah angka. Para pedagang mengamati setiap konfirmasi atau penolakan resmi yang dapat mengatur ulang peluang.
Apa selanjutnya untuk pasar
\nKontrak tersebut berakhir pada akhir tahun. Sampai saat itu, setiap laporan baru — baik dari kantor berita, citra satelit, atau saluran resmi — akan diperhitungkan dalam hitungan menit. Angka 22,5% kemungkinan akan berubah lagi seiring munculnya lebih banyak detail dari Teluk.




