Iran meluncurkan serangan rudal ke pangkalan-pangkalan di Yordania, melukai personel militer AS, menurut laporan. Sementara itu, pasar prediksi memperkirakan hanya ada probabilitas 27,5% bahwa Badan Energi Atom Internasional (IAEA) akan diizinkan mengunjungi situs-situs nuklir Iran hingga akhir tahun.
Serangan di Pangkalan Yordania
Serangan tersebut menargetkan pangkalan-pangkalan di Yordania yang menjadi tempat personel AS. Jumlah personel yang terluka belum diungkapkan. Serangan ini menandai eskalasi signifikan dalam ketegangan regional, terjadi di tengah sengketa yang berkelanjutan mengenai program nuklir Iran dan aktivitas militernya di Timur Tengah.
Pejabat AS belum merinci tingkat cedera atau lokasi pasti yang terkena serangan. Insiden ini masih dalam penyelidikan. Serangan ini menambah pola aksi rudal dan drone Iran terhadap target-target yang terkait AS di kawasan tersebut selama setahun terakhir.
Probabilitas Kunjungan IAEA
Pasar prediksi, yang mengumpulkan taruhan pada peristiwa masa depan, saat ini memberikan probabilitas 27,5% bahwa inspektur IAEA akan diizinkan mengunjungi situs-situs Iran pada 31 Desember. Probabilitas rendah ini mencerminkan skeptisisme terhadap kerja sama Iran dengan badan pengawas nuklir internasional.
IAEA telah berupaya mendapatkan akses ke beberapa situs Iran untuk memverifikasi kepatuhan terhadap pengamanan nuklir. Iran sebelumnya membatasi inspeksi, dengan alasan kekhawatiran keamanan dan sengketa mengenai mandat badan tersebut. Kunjungan, jika terjadi, akan menjadi langkah penting dalam memantau aktivitas nuklir Iran.
Angka 27,5% berasal dari pasar prediksi di mana para pedagang bertaruh pada hasil. Pasar semacam itu telah digunakan untuk mengukur ekspektasi terhadap peristiwa geopolitik, meskipun tidak selalu akurat. Peluang rendah menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang tidak memperkirakan Iran akan memberikan akses sebelum akhir tahun.
Kedua perkembangan ini menyoroti tantangan ganda yang dihadapi AS di kawasan: ancaman militer dari Iran dan kekhawatiran atas program nuklirnya. Serangan rudal di pangkalan Yordania menambah urgensi baru pada upaya diplomatik.
Apakah Iran akan mengizinkan kunjungan IAEA pada 31 Desember masih menjadi pertanyaan terbuka, dengan pasar prediksi menunjukkan kemungkinan yang kecil. AS dan sekutunya terus mendesak transparansi yang lebih besar dari Teheran.




