Iran mengklaim bahwa kerusakan pada server Amazon Web Services (AWS) di Bahrain terkait dengan operasi militer AS. Tuduhan ini muncul saat pasar prediksi menunjukkan probabilitas 44,5% adanya aksi militer terhadap sebuah negara Teluk pada 30 Juli.
Klaim Iran
Pejabat Iran mengatakan bahwa kerusakan infrastruktur AWS di Bahrain terkait dengan aktivitas militer AS. Mereka tidak memberikan bukti spesifik atau rincian tentang sifat kerusakan tersebut. AWS mengoperasikan pusat data di Bahrain, sekutu utama AS di Teluk dan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS.
Klaim ini menambah ketegangan di kawasan. Belum jelas apakah kerusakan yang diduga itu memengaruhi layanan atau pelanggan AWS. Perusahaan tersebut belum memberikan komentar publik atas pernyataan Iran.
Peluang pasar prediksi
Sementara itu, sebuah pasar prediksi memperkirakan peluang 44,5% adanya aksi militer terhadap sebuah negara Teluk pada 30 Juli. Pasar tersebut tidak menyebutkan negara atau jenis aksi tertentu. Ini mencerminkan taruhan yang ditempatkan oleh para pedagang tentang kemungkinan terjadinya peristiwa konflik dalam jangka waktu tersebut.
Pasar prediksi mengumpulkan taruhan anonim dan sering digunakan sebagai indikator risiko geopolitik secara real-time. Angka 44,5% cukup signifikan, tetapi bukan jaminan. Ini menunjukkan bahwa para pedagang melihat kemungkinan yang cukup besar, meskipun bukan probabilitas mayoritas.
Tanggal 30 Juli kurang dari dua minggu lagi. Belum ada pemicu spesifik yang diidentifikasi secara publik yang dapat menyebabkan aksi tersebut. Klaim Iran tentang server AWS bisa menjadi salah satu faktor, tetapi pasar mungkin merespons dinamika regional yang lebih luas.
Baik militer AS maupun pemerintah Bahrain belum menanggapi tuduhan Iran. AWS belum mengeluarkan pernyataan tentang dugaan kerusakan tersebut. Probabilitas pasar prediksi kemungkinan akan berubah seiring dengan tersedianya informasi lebih lanjut.




