Loading market data...

Presiden Korea Selatan Menggelar KTT AI di San Francisco dengan CEO Nvidia, OpenAI, dan Anthropic

Presiden Korea Selatan Menggelar KTT AI di San Francisco dengan CEO Nvidia, OpenAI, dan Anthropic

Presiden Korea Selatan Lee mempertemukan para pemimpin Nvidia, OpenAI, dan Anthropic di San Francisco pekan ini dalam sebuah KTT AI tertutup. Pertemuan yang diadakan di tengah persaingan global untuk mendominasi kecerdasan buatan dan semikonduktor ini menandai dorongan strategis yang kuat dari Seoul untuk mengambil peran yang lebih besar di kedua industri tersebut.

Mengapa San Francisco

Pemilihan San Francisco bukanlah kebetulan. Kota ini merupakan basis bagi beberapa perusahaan AI paling bernilai di dunia. Dengan menggelar KTT di sana, Presiden Lee menempatkan Korea Selatan langsung di tengah perbincangan, alih-alih menunggu industri datang ke Asia. Kota ini telah menjadi persinggahan rutin bagi para pemimpin asing yang ingin merayu para eksekutif teknologi, dan KTT ini sesuai dengan pola tersebut.

Jajaran CEO

Jensen Huang dari Nvidia, Sam Altman dari OpenAI, dan Dario Amodei dari Anthropic semuanya hadir. Masing-masing memimpin perusahaan yang membentuk bagaimana AI dibangun dan digunakan. Nvidia memproduksi chip yang menggerakkan sebagian besar model bahasa besar. OpenAI dan Anthropic membangun model-model itu sendiri. Kehadiran mereka mengindikasikan bahwa Korea Selatan mengincar kemitraan yang mencakup perangkat keras dan perangkat lunak.

Detail diskusi belum diungkapkan. Tidak ada nota kesepahaman yang diumumkan, dan tidak satu pun perusahaan mengeluarkan pernyataan setelahnya. Hal itu membuat pihak luar berspekulasi tentang apa yang sebenarnya ditawarkan atau diminta.

Dorongan semikonduktor Seoul

Korea Selatan sudah menjadi raksasa semikonduktor, dengan Samsung dan SK Hynix. Namun, ledakan AI telah mengubah prioritas. Chip memori yang dulunya merupakan produk komoditas kini menjadi kritis untuk pelatihan dan inferensi AI. Negara ini ingin memastikan tetap menjadi pusat seiring perkembangan teknologi.

Presiden Lee telah menjadikan AI dan semikonduktor sebagai pilar agenda ekonominya. KTT ini sesuai dengan strategi tersebut. Bertemu dengan CEO tiga perusahaan paling berpengaruh di bidang AI memberi Korea Selatan kesempatan untuk membentuk percakapan sejak awal, alih-alih bereaksi terhadap keputusan yang dibuat di tempat lain.

KTT yang tenang dengan implikasi besar

Tidak adanya pengumuman publik bukan berarti tidak ada yang terjadi. Pertemuan semacam ini sering kali berfungsi sebagai latihan membangun hubungan. Jabat tangan di San Francisco dapat berujung pada pabrik di Pyeongtaek atau laboratorium riset bersama di Pangyo. Namun, tanpa detail konkret, sulit untuk mengukur seberapa besar keuntungan yang diperoleh Korea Selatan dari kunjungan ini.

Yang jelas, Seoul tidak lagi puas hanya menjadi pemasok komponen. Ia ingin duduk di meja perundingan di mana strategi AI ditetapkan. Apakah para CEO menawarkan kursi itu adalah pertanyaan yang masih belum terjawab.