International Energy Agency telah mengeluarkan peringatan bahwa krisis yang sedang berlangsung di Selat Hormuz dapat mengancam keamanan energi global. Peringatan ini muncul saat pasar prediksi memberikan probabilitas 2,5% bahwa minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) akan mencapai $110 per barel pada Juli 2026.
Mengapa Selat Hormuz penting
Selat Hormuz adalah jalur air sempit antara Teluk Persia dan Teluk Oman. Sekitar seperlima minyak dunia melewatinya setiap hari. Gangguan apa pun di sana — baik akibat konflik militer, ketegangan politik, atau kecelakaan — dapat mengirim gelombang kejut melalui pasar energi. Peringatan IEA menempatkan risiko ini di garis depan, meskipun sifat pasti dari krisis tersebut masih belum ditentukan.
Peluang harga minyak
Satu pasar prediksi saat ini melihat peluang 2,5% bahwa minyak mentah WTI akan mencapai $110 per barel pada Juli 2026. Itu adalah probabilitas rendah, tetapi bukan nol. Sebagai konteks, harga minyak telah berfluktuasi secara liar dalam beberapa tahun terakhir, tetapi mencapai $110 akan mewakili lonjakan signifikan dari level saat ini. Perhitungan pasar menunjukkan bahwa pedagang melihat risiko nyata, meskipun kecil, dari guncangan pasokan yang berasal dari kawasan tersebut.
Apa yang dikatakan IEA
Peringatan IEA adalah pernyataan resmi, bukan komentar spekulatif. Badan tersebut, yang memberikan nasihat kepada negara-negara industri tentang kebijakan energi, biasanya hanya campur tangan ketika melihat ancaman nyata terhadap pasokan yang stabil. Mereka tidak menawarkan skenario atau rekomendasi spesifik dalam peringatan ini. Namun pesannya jelas: krisis Selat Hormuz bukanlah masalah regional. Ini adalah masalah keamanan energi global.
Untuk saat ini, peluang pasar prediksi tetap ada. Peringatan IEA menambah tekanan pada negara-negara pengimpor minyak untuk memantau situasi dengan cermat. Apakah krisis akan meningkat lebih lanjut adalah faktor kunci yang tidak diketahui. Pernyataan badan tersebut memperjelas bahwa risiko ini ditanggapi dengan serius.




