Loading market data...

Iran Usulkan Biaya Kargo 5-7% di Selat Hormuz, AS Menolak

Iran Usulkan Biaya Kargo 5-7% di Selat Hormuz, AS Menolak

Iran telah mengusulkan pengenaan biaya sebesar 5-7% untuk kargo yang melintasi Selat Hormuz. Amerika Serikat telah menolak gagasan tersebut. Jika pungutan ini diberlakukan, biaya pengiriman di seluruh dunia bisa meningkat dan menambah ketegangan dalam hubungan yang sudah rapuh.

Pajak luas untuk jalur kritis

Usulan ini akan berlaku untuk setiap kapal yang melintasi selat tersebut, apa pun muatannya. Artinya, kapal kontainer, kapal tanker, dan kapal curah semuanya akan dikenai biaya tambahan. Struktur berbasis persentase berarti biaya akan menyesuaikan dengan nilai kargo, sehingga barang dengan harga lebih tinggi akan dikenai biaya lebih besar.

Iran belum merilis banyak detail. Tidak jelas apakah tarifnya akan flat 5% atau 7%, atau bervariasi berdasarkan jenis kapal atau kategori kargo. Yang jelas, biaya ini akan menjadi beban baru bagi siapa pun yang menggunakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Sebagian pengangkut mungkin mencari alternatif, tetapi pengalihan rute berarti perjalanan lebih panjang dan biaya bahan bakar lebih tinggi. Itu bisa mengimbangi penghematan dari menghindari biaya tersebut.

Penolakan tegas Washington

AS telah menentang keras rencana ini. Pejabat AS tidak merinci tindakan apa yang akan mereka ambil untuk menghentikannya, tetapi penolakan itu jelas. Kedua pemerintah memiliki sejarah panjang ketegangan, dan usulan ini menambah titik perselisihan baru.

Gedung Putih belum mengancam tindakan spesifik, tetapi sikapnya menandakan bahwa biaya tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran kebebasan navigasi. Ini isu sensitif bagi Washington, yang telah menempatkan angkatan laut di kawasan itu selama puluhan tahun.

Efek berantai bagi perdagangan dan diplomasi

Biaya pengiriman kemungkinan akan naik jika pungutan ini diberlakukan. Selat ini menangani volume kargo yang sangat besar, dan bahkan biaya tambahan persentase kecil pun akan bertambah dengan cepat. Biaya yang lebih tinggi itu kemungkinan akan dibebankan kepada importir dan akhirnya ke konsumen.

Ketegangan regional juga bisa meningkat. Selat ini adalah jalur vital bagi beberapa negara di Timur Tengah, dan pungutan sepihak akan memengaruhi semuanya. Belum jelas bagaimana pemerintah negara-negara tersebut akan merespons, tetapi tidak ada yang secara terbuka mendukung usulan ini.

Hubungan diplomatik antara Iran dan AS akan semakin tertekan. Kedua pihak sudah kesulitan menemukan titik temu, dan pungutan atas pelayaran internasional akan membuat kerja sama semakin sulit. Setiap pembicaraan di masa depan akan membawa beban perselisihan ini.

Belum ada jadwal

Iran belum menyebutkan kapan biaya ini akan berlaku atau apakah akan diberlakukan secara bertahap. Usulan ini masih sekadar usulan. Namun, dengan AS yang sudah menyatakan penolakannya, situasi ini dipastikan akan menjadi kebuntuan. Perusahaan pelayaran dan pemerintah asing akan mengamati apakah Iran akan merealisasikannya, dan bagaimana Washington merespons.