Loading market data...

NSE dan Tether Bermitra untuk Menguji Penyelesaian USDT di Pasar Saham Kenya Senilai $26,4 Miliar

NSE dan Tether Bermitra untuk Menguji Penyelesaian USDT di Pasar Saham Kenya Senilai $26,4 Miliar

Bursa Efek Nairobi (NSE) dan Tether telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengeksplorasi adopsi aset digital, infrastruktur blockchain, dan edukasi investor di Kenya. Kemitraan ini bertujuan menguji penyelesaian USDT di pasar NSE yang bernilai $26,4 miliar, menandai langkah pertama yang menghubungkan langsung penerbit stablecoin utama dengan bursa tradisional Afrika.

Cakupan MoU

Kesepakatan ini tidak hanya mencakup penyelesaian. Kedua pihak akan bekerja pada tokenisasi aset dan sistem penyelesaian berbasis blockchain. Artinya, aset dunia nyata yang tercatat di NSE pada akhirnya dapat diperdagangkan sebagai token digital, dengan USDT milik Tether digunakan sebagai mata uang penyelesaian. Bursa juga berencana meluncurkan program edukasi investor seputar aset digital — sebuah langkah yang menandakan bahwa NSE melihat kripto sebagai bagian jangka panjang dari lanskap keuangan Kenya.

Mengapa NSE Bergerak Sekarang

Kenya memiliki salah satu pasar kripto paling aktif di Afrika, namun regulasinya masih belum konsisten. Otoritas Pasar Modal telah mempelajari aset digital selama bertahun-tahun, dan bank sentral telah memperingatkan terhadap kripto yang tidak diatur. Dengan bermitra dengan Tether — penerbit stablecoin terbesar di dunia — NSE secara efektif berusaha membawa aktivitas aset digital di bawah payung regulasinya sendiri. Waktu ini juga sejalan dengan dorongan yang lebih luas oleh bursa Afrika untuk memodernisasi: Bursa Efek Johannesburg telah menguji penyelesaian blockchain, dan SEC Nigeria baru-baru ini menyetujui kerangka kerja kripto.

USDT di Bursa Tradisional

Jika uji coba berhasil, ini akan memungkinkan anggota NSE menyelesaikan perdagangan dalam USDT, bukan shilling Kenya. Ini adalah langkah besar bagi investor asing yang telah kesulitan dengan kontrol mata uang dan pembayaran lintas batas yang lambat. USDT Tether sudah banyak digunakan di Kenya untuk remitansi dan perdagangan peer-to-peer, tetapi ini akan menjadi pertama kalinya digunakan sebagai penyelesaian untuk bursa saham yang diatur di kawasan ini. NSE belum menyebutkan kapan uji coba akan dimulai atau berapa lama akan berlangsung.

Bagian Edukasi Investor

MoU juga mencakup komitmen untuk mendidik investor Kenya tentang aset digital. Ini penting karena Tether sebelumnya menghadapi kritik terkait transparansi dan pengungkapan cadangan. NSE kemungkinan akan merancang kurikulumnya sendiri, dengan Tether memberikan masukan teknis. Bursa belum mengumumkan jadwal untuk program edukasi, tetapi diperkirakan akan diluncurkan bersamaan dengan uji coba penyelesaian.

Langkah selanjutnya: NSE dan Tether sekarang akan menyusun detail teknis untuk uji coba penyelesaian USDT. Belum ada tanggal peluncuran yang ditetapkan, tetapi MoU memberi mereka kerangka kerja untuk bergerak maju. Bagi komunitas kripto Kenya, pertanyaan sebenarnya adalah apakah bank sentral akan menyetujui uji coba tersebut — atau mencoba memblokirnya.