Perusahaan treasury kripto telah beralih ke kecerdasan buatan (AI) dalam upaya untuk mendapatkan kembali minat investor, namun strategi tersebut tidak berhasil. Peralihan yang mulai menguat pada awal tahun ini gagal memberikan imbal hasil yang dijanjikan atau menghentikan arus keluar modal. Investor tetap skeptis, dan perusahaan-perusahaan tersebut kini menghadapi kesenjangan kredibilitas.
Dari Treasury ke AI: Perubahan Strategis
Beberapa perusahaan treasury kripto mulai mengubah citra mereka menjadi entitas yang berfokus pada AI pada tahun 2026, berharap dapat memanfaatkan narasi teknologi yang lebih luas yang telah memikat pasar. Mereka berargumen bahwa keahlian mereka dalam mengelola aset digital dapat diterapkan pada infrastruktur AI, pemrosesan data, dan pelatihan model. Namun transisi ini berjalan berat. Banyak perusahaan kekurangan kedalaman teknis untuk bersaing dengan pemain AI yang mapan, dan akar kripto mereka membuat investor waspada terhadap volatilitas dan risiko regulasi.
Investor Tidak Tertarik
Peralihan ini tidak meyakinkan pihak yang paling penting. Pendanaan modal ventura untuk perusahaan-perusahaan ini terus menurun, dan valuasi pasar publik belum pulih. Seorang manajer dana mengatakan dalam sebuah konferensi bulan lalu bahwa peralihan ke AI terasa seperti “langkah putus asa” daripada evolusi strategis yang tulus. Tanpa hasil yang konkret atau diferensiasi yang jelas, narasi tersebut gagal melekat. Waktunya juga tidak tepat — sektor AI yang lebih luas juga menghadapi pengawasan sendiri terkait profitabilitas dan hype.
Apa yang Tersisa bagi Perusahaan-Perusahaan Ini
Dengan sudut pandang AI yang gagal, perusahaan treasury kripto hanya memiliki sedikit pilihan. Beberapa mulai memangkas biaya dan mengecilkan tim mereka. Yang lainnya menjajaki kemitraan dengan lembaga keuangan tradisional, namun pembicaraan tersebut berjalan lambat. Masalah inti tetap ada: mereka membutuhkan alasan bagi investor untuk kembali, dan sejauh ini, baik kripto maupun AI belum memberikannya. Beberapa bulan ke depan akan menjadi penentu — jika tidak ada katalis baru yang muncul, lebih banyak perusahaan mungkin terpaksa tutup atau menjual aset mereka.




