Reserve Bank of India diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah hingga akhir tahun 2026, menurut jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom. Suku bunga yang stabil ini, di negara di mana instrumen tabungan tradisional seperti deposito berjangka sudah menawarkan imbal hasil yang relatif rendah, dapat mendorong lebih banyak investor India beralih ke aset alternatif — termasuk mata uang kripto.
Apa yang dikatakan jajak pendapat
Jajak pendapat Reuters yang dilakukan pada akhir Juli menjangkau lebih dari 50 ekonom. Konsensusnya: suku bunga repo RBI akan tetap di 6,50% hingga sisa tahun 2026. Inflasi masih dalam kisaran target bank sentral, dan ekonomi tumbuh dengan laju yang solid, sehingga para pembuat kebijakan tidak memiliki banyak alasan untuk bergerak.
Pasar kripto India berada dalam posisi yang aneh. Pemerintah telah memberlakukan pajak yang tinggi — pungutan 30% atas keuntungan dan pajak 1% yang dipotong di sumber untuk setiap perdagangan — yang telah mendorong banyak investor ritel ke bursa luar negeri. Namun, kabut regulasi perlahan mulai terangkat. Financial Intelligence Unit (FIU) telah mendaftarkan beberapa platform luar negeri, dan Mahkamah Agung baru-baru ini menolak untuk mendengarkan gugatan terhadap rezim pajak tersebut, sehingga secara efektif mempertahankannya.
Dengan suku bunga yang tetap, biaya peluang untuk memegang kripto dibandingkan deposito berjangka menjadi lebih menarik. Jika RBI menaikkan suku bunga, deposito berjangka akan menjadi lebih kompetitif. Namun, tanpa kenaikan yang terlihat, daya tarik relatif kripto sebagai permainan berisiko tinggi dengan imbal hasil tinggi dapat meningkat.
Apa yang dipantau investor India
Katalisator sebenarnya adalah pemotongan suku bunga, yang menurut jajak pendapat tidak mungkin terjadi tahun ini. Namun, lingkungan suku bunga yang stabil pun dapat mengubah perilaku. Investor ritel India telah menunjukkan minat yang kuat terhadap kripto selama pasar bullish, dan pasar yang sideways saat ini belum sepenuhnya mematikan minat. Bursa lokal seperti CoinDCX dan WazirX melaporkan pertumbuhan pengguna yang stabil, meskipun volume perdagangan masih di bawah puncak tahun 2021.
Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah pemerintah akan meringankan beban pajak. Sejauh ini, belum ada tanda-tanda ke arah itu. Namun, jika RBI terus menahan suku bunga dan inflasi tetap moderat, tekanan pada pembuat kebijakan untuk membuat kripto lebih mudah diakses dapat meningkat.
Rapat komite kebijakan moneter RBI berikutnya dijadwalkan pada awal Agustus. Tidak ada perubahan yang diharapkan. Bagi investor kripto di India, prospek jangka pendek lebih bergantung pada apakah New Delhi akan mengubah aturan pajak daripada kebijakan bank sentral. Keputusan itu bisa datang dalam sesi anggaran berikutnya, kemungkinan pada awal 2027.




