Bursa kripto Belanda Knaken telah dinyatakan bangkrut, dengan jaksa menduga bahwa sekitar €7 juta dana nasabah telah hilang. Putusan pengadilan yang dijatuhkan minggu ini menandai berakhirnya platform yang pernah melayani basis pengguna yang sederhana namun aktif di Belanda. Garis waktu pasti keruntuhan masih belum jelas, tetapi dana yang hilang telah menarik perhatian regulator.
Pengajuan kebangkrutan
Knaken, sebuah bursa kripto terdaftar di Belanda, diperintahkan untuk bangkrut oleh pengadilan Belanda. Keputusan tersebut diambil setelah jaksa menyajikan bukti bahwa dana nasabah — sekitar €7 juta — tidak dapat dipertanggungjawabkan. Bursa ini sebelumnya beroperasi dengan lisensi dari De Nederlandsche Bank, bank sentral negara tersebut, yang mengawasi penyedia layanan kripto berdasarkan aturan anti pencucian uang. Belum diketahui apakah dana yang hilang dicuri, disalahkelola, atau hilang karena kegagalan operasional.
€7 juta yang hilang
Jaksa belum menyebutkan nama individu atau memberikan rincian tentang bagaimana dana tersebut hilang. Angka €7 juta mewakili sebagian besar simpanan nasabah bursa, meskipun total ukuran neraca Knaken belum diungkapkan. Otoritas Belanda kemungkinan akan menyelidiki apakah akan ada tuntutan pidana. Untuk saat ini, kurator kepailitan akan mengambil alih aset yang tersisa dari bursa dan berusaha memulihkan dana untuk kreditur — termasuk nasabah.
Apa yang dihadapi nasabah sekarang
Pengguna Knaken kini hanya bisa menunggu. Dalam kepailitan khas Belanda, nasabah dianggap sebagai kreditur tanpa jaminan, yang berarti mereka berada di belakang kreditur dengan jaminan dan biaya administrasi dalam antrian pembayaran. Tingkat pemulihan dalam keruntuhan bursa kripto secara historis rendah, tetapi setiap kasus berbeda. Kurator akan menerbitkan laporan dalam beberapa minggu mendatang yang merinci posisi keuangan bursa. Sampai saat itu, nasabah tidak memiliki jalur yang jelas untuk mendapatkan kembali uang mereka.
Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan. Knaken diatur, namun €7 juta hilang. Regulator Belanda belum berkomentar apakah mereka akan meninjau pengawasan mereka terhadap bursa tersebut. Kepailitan ini adalah pengingat bahwa bahkan platform berlisensi pun bisa gagal — dan bahwa dana nasabah tidak selalu aman.




