Berdasarkan analisis terbarunya terhadap tiga bank yang gagal, FDIC telah mengidentifikasi penyetor yang terkait dengan sektor aset digital dan rekening escrow aktif sebagai pendorong utama kejatuhan bank tercepat yang pernah tercatat di Amerika Serikat. Pelanggan ini memindahkan dana dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya selama krisis. Hanya dalam beberapa hari sebelum regulator menutupnya, deposito escrow aktif Signature Bank saja mengalami penurunan hingga 88%.
Peran Sektor Aset Digital dalam Penarikan Dana
Laporan regulator menunjukkan bahwa pelanggan yang terkait dengan bisnis kripto menarik uang jauh lebih cepat dibandingkan klien bank biasa selama kejatuhan tersebut. Penyetor ini menggunakan saluran transfer elektronik untuk memindahkan dana secara massal ketika terjadi ketidakstabilan. FDIC mendokumentasikan bahwa perusahaan aset digital seringkali menyimpan saldo besar dalam rekening escrow untuk penyelesaian transaksi.
Struktur tersebut menciptakan mekanisme bawaan untuk penarikan dana massal. Ketika satu bank mengalami masalah, para penyetor ini segera memindahkan uang ke lembaga lain atau bahkan keluar dari sistem perbankan sepenuhnya. Laporan ini tidak menyebutkan perusahaan kripto tertentu, tetapi mengonfirmasi pola yang terjadi di ketiga bank yang gagal.
Keruntuhan Escrow Signature Bank
Situasi Signature Bank menjadi contoh yang paling mencolok. Deposito escrow aktifnya turun sebesar 88% hanya dalam beberapa hari seiring percepatan kejatuhan bank. Laporan FDIC menunjukkan bahwa ini bukanlah pengurangan secara bertahap melainkan pengaliran dana yang tiba-tiba.
Rekening escrow tersebut terutama menyimpan uang untuk transaksi aset digital. Bank itu telah membangun bisnis yang signifikan dengan melayani perusahaan kripto. Ketika kepercayaan berkurang, pelanggan terbesarnya menarik dana hampir dalam semalam. Regulator mencatat bahwa kecepatan tersebut membuat institusi ini tidak mungkin diselamatkan.
Kecepatan Kejatuhan Bank yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Pejabat FDIC menggambarkan kejatuhan ini sebagai yang tercepat dalam sejarah AS. Penarikan deposito normal membutuhkan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu, sedangkan kejatuhan kali ini terjadi dalam hitungan jam. Eksekutif bank tidak mampu mengisi likuiditas dengan cepat untuk mengimbangi aliran dana keluar.
Infrastruktur perbankan digital modern memungkinkan kecepatan tersebut. Pelanggan memicu penarikan massal melalui sistem otomatis, bukan dengan berdiri dalam antrian fisik. Laporan ini menekankan bagaimana budaya transaksi real-time sektor aset digital memperparah krisis. Regulator kini menyatakan kecepatan ini mengubah cara mereka menilai kerentanan bank.
Laporan lengkap FDIC tersedia secara online untuk ditinjau publik hari ini.




