Iran mengutuk serangan udara AS ke fasilitas radar mereka sebagai pelanggaran gencatan senjata minggu ini dan memperingatkan bahwa mereka dapat merespons dengan pembelaan diri. Konfrontasi ini — pertukaran militer paling langsung dalam beberapa bulan — mengancam stabilitas pasar energi global dan menambah hambatan kepatuhan baru bagi bursa kripto dan kustodian yang sudah mendapat tekanan dari regulator.
Serangan dan respons Teheran
Militer AS menghantam instalasi radar Iran pada Sabtu pagi, menurut pejabat pertahanan. Kementerian luar negeri Iran menyebut serangan itu sebagai pelanggaran jelas terhadap gencatan senjata informal yang telah berlaku sejak awal 2026. Dalam pernyataan di televisi negara, Teheran mengatakan pihaknya berhak mengambil tindakan pembelaan diri. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, tetapi langkah ini meningkatkan pola aksi balas-membalas di Teluk Persia.
Pasar energi dalam ketegangan
Selat Hormuz menyaksikan sekitar 20% transit minyak dunia. Gangguan di sana akan berdampak pada harga energi global. Pedagang sudah mulai menyesuaikan posisi, meskipun belum ada konfirmasi gangguan pasokan. Bagi kripto, hubungannya tidak langsung namun nyata: biaya energi yang lebih tinggi memukul operasi penambangan dan tekanan inflasi sering mendorong permintaan bitcoin sebagai lindung nilai — dinamika yang diawasi ketat oleh regulator.
Masalah kepatuhan bagi perusahaan kripto
Meningkatnya ketegangan AS-Iran membuat tim kepatuhan bekerja lebih keras. Platform kripto harus menyaring alamat IP Iran, entitas yang terkena sanksi, dan transaksi yang dirutekan melalui wilayah tersebut. Office of Foreign Assets Control (OFAC) memberlakukan sanksi ketat terhadap Iran, dan konflik yang lebih panas meningkatkan risiko penegakan hukum. Beberapa bursa memberi tahu staf minggu ini untuk memperketat pemantauan transaksi, terutama untuk lalu lintas terkait VPN dan transaksi peer-to-peer yang melibatkan pihak lawan di Timur Tengah.
Saluran diplomatik tetap terbuka — Dewan Keamanan PBB diharapkan mengadakan sidang darurat paling lambat Selasa. Sampai saat itu, tim kepatuhan kripto bekerja lembur untuk memperbarui filter penyaringan dan menandai aktivitas mencurigakan. 48 jam ke depan akan menunjukkan apakah gencatan senjata bertahan atau kawasan itu terjerumus ke dalam konfrontasi yang lebih luas.




