Senator Cynthia Lummis pekan ini menyatakan bahwa CLARITY Act akan menutup celah keuangan ilegal yang dieksploitasi oleh Grup Lazarus dari Korea Utara — sebuah kelompok peretas yang telah mencuri $6,75 miliar dalam bentuk mata uang kripto. RUU ini, jika disahkan, akan memberikan wewenang baru kepada Departemen Keuangan AS dan bursa kripto untuk membekukan transaksi mencurigakan sebelum dana dipindahkan ke luar negeri.
Rekam jejak Grup Lazarus
Grup Lazarus telah menjadi salah satu pencuri kripto paling produktif dalam beberapa tahun terakhir, dengan total rampasan $6,75 miliar. Kelompok yang terkait dengan Korea Utara ini berulang kali mengeksploitasi celah dalam sistem keuangan untuk mencuci dana curian. Lummis berargumen bahwa aturan saat ini tidak memberikan alat yang cukup bagi regulator untuk menghentikan mereka tepat waktu.
Apa yang dilakukan CLARITY Act
Undang-undang ini secara khusus menargetkan dana ilegal melalui Pasal 303 dan 305. Ketentuan tersebut akan memungkinkan Departemen Keuangan dan bursa untuk membekukan transaksi mencurigakan sebelum uang dapat meninggalkan yurisdiksi AS. Ini merupakan perubahan dari pendekatan saat ini, di mana penegak hukum sering kali harus mengejar dana setelah dana tersebut dipindahkan ke luar negeri.
Waktu pengesahan bukanlah kebetulan. Kejahatan terkait kripto semakin menarik perhatian para pembuat undang-undang, dan aktivitas Grup Lazarus menjadi fokus khusus. Pernyataan Lummis menyoroti CLARITY Act sebagai respons legislatif yang konkret. Apakah RUU ini dapat lolos di Kongres masih menjadi pertanyaan terbuka.




