Paris FC telah merekrut pemain sayap Luca Koleosho dari Burnley dengan kontrak jangka panjang, demikian dikonfirmasi klub pada Rabu. Pemain berusia 21 tahun yang berasal dari akademi Burnley dan tampil dalam 12 pertandingan Premier League musim lalu ini bergabung dengan tim Ligue 2 yang semakin mengandalkan sepak bola berbasis kripto sebagai pembeda.
Tren yang berkembang dalam keuangan sepak bola
Kepindahan Koleosho menjadi sinyal terbaru bahwa model kepemilikan dan keterlibatan penggemar yang terkait blockchain mulai diterima di olahraga ini. Paris FC, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh konsorsium termasuk bursa kripto Binance, telah memposisikan diri sebagai uji coba bagaimana aset digital dapat mendanai transfer dan memberi penghargaan kepada pendukung. Token penggemar klub yang diluncurkan pada 2023 memberikan hak suara kepada pemegangnya dalam keputusan kecil klub serta akses ke pengalaman eksklusif.
Ini bukan hanya cerita Paris. Di seluruh Eropa, klub dari Serie B hingga English Championship telah menjalin kesepakatan sponsor atau kepemilikan dengan perusahaan kripto. Model ini masih kontroversial — regulator di beberapa negara telah memperingatkan tentang volatilitas dan risiko investor — namun aliran modal tidak melambat.
Apa yang dibawa Koleosho
Pemain sayap yang juga memiliki kewarganegaraan Italia dan Nigeria ini dianggap sebagai salah satu prospek muda Burnley yang paling menjanjikan. Ia melakukan debut Premier League pada 2024 dan mendapat panggilan ke skuad U21 Italia. Bagi Paris FC yang berada di papan tengah Ligue 2, merekrut pemain dengan pengalaman di liga papan atas adalah pernyataan ambisi. Klub memiliki target untuk mencapai Ligue 1, dan perekrutan Koleosho sesuai dengan pola membeli aset muda yang dapat dijual kembali.
Detail keuangan tidak diungkapkan, tetapi kesepakatan digambarkan sebagai komitmen jangka panjang. Burnley dilaporkan menyertakan klausul penjualan kembali.
Koleosho diperkirakan akan bergabung dengan rekan setim barunya untuk latihan pramusim pekan depan. Paris FC akan memulai kampanye Ligue 2 pada 8 Agustus melawan Amiens. Bagi eksperimen kripto-sepak bola, ujian sesungguhnya akan terjadi di lapangan — dan di pembukuan.



