XRP diperdagangkan di $1,11, terjebak dalam pola kompresi yang meratakan momentum. Dominasi arus pengambil sisi jual menunjukkan bahwa posisi bullish para pelaku pasar bertentangan dengan apa yang sebenarnya ditunjukkan oleh data order. Pola 72 jam mengindikasikan adanya penurunan tajam menuju $1,07.
Mengapa harga terjebak
Rata-rata pergerakan sederhana 200 hari berada 19% di atas harga saat ini, celah yang biasanya bertindak sebagai tarikan gravitasi. Namun, alih-alih naik menuju level tersebut, XRP justru bergerak sideways. Perangkap kompresi berarti baik pembeli maupun penjual belum mampu menembus kisaran, meskipun arus pengambil sisi jual yang persisten menunjukkan bahwa penjual yang menempatkan pesanan pasar.
Apa yang diungkapkan data order
Meskipun pasar cenderung long — sentimen ritel yang umum — aliran order menceritakan kisah berbeda. Data order berbohong, artinya tekanan beli yang terlihat sedang diserap oleh pesanan jual tersembunyi. Divergensi semacam ini sering mendahului pergerakan tajam ke bawah. Pola 72 jam, berdasarkan struktur dan aliran saat ini, menargetkan penurunan ke $1,07.
Apa yang terjadi selanjutnya
Jika XRP gagal bertahan di atas $1,10 dalam beberapa sesi ke depan, penurunan ke $1,07 menjadi skenario dasar. Penembusan di bawah level itu akan membuka pintu menuju penurunan lebih lanjut, tetapi fokus utama adalah apakah aliran sisi jual akan habis sebelum target tersebut tercapai. Para trader mengamati 72 jam ke depan dengan saksama.




