Ben Stokes dan Gus Atkinson menghadapi penyelidikan oleh Dewan Kriket Inggris dan Wales (ECB) setelah insiden di klub malam usai pertandingan Tes pertama mereka melawan Selandia Baru. ECB mengonfirmasi peninjauan tersebut tetapi tidak memberikan batas waktu penyelesaian.
Detail Insiden Klub Malam
Stokes, kapten kriket Inggris, dan pelempar bola cepat Atkinson terlibat dalam insiden di sebuah klub malam London pada Minggu malam. Insiden terjadi setelah kemenangan tim dalam Tes pertama di Lord's. ECB tidak merinci apa yang terjadi atau apakah polisi terlibat. Dewan mengatakan sedang mengumpulkan fakta sebelum memutuskan tindakan disipliner apa pun.
📊 Cuplikan Data Pasar
Kontrak dengan Rivalry Berisiko
Kedudukan Stokes sebagai duta merek senilai $250.000+ dengan platform esports kripto Rivalry kini terancam. Kontrak tersebut mencakup klausul yang mewajibkan pengembalian biaya di muka jika ia melanggar kebijakan perilaku. Pemutusan kontrak akan berdampak pada Stokes di tengah pasar bearish Bitcoin saat ini. Nilai token Rivalry sangat bergantung pada kemitraan olahraga. Kehilangan Stokes dapat mempercepat berkurangnya pengguna dan memicu aksi jual token ritel.
Komplikasi Regulasi Selandia Baru
Undang-Undang Konduk Pasar Keuangan Selandia Baru mewajibkan entitas kripto untuk melaporkan transaksi di atas $10.000 yang melibatkan lembaga teregulasi. Jika klub malam menerima pembayaran kripto, Rivalry harus mengungkapkan transaksi yang tidak dilaporkan. Hal ini dapat memperlihatkan celah kepatuhan di Selandia Baru dan berpotensi membekukan $4,2 juta dana pengguna lokal selama aksi jual pasar. Unit integritas ECB juga menggunakan forensik blockchain untuk melacak pengeluaran atlet, yang dapat mengungkap kepemilikan kripto yang tidak diungkapkan oleh Stokes atau Atkinson.
ECB memperkirakan tinjauan akan selesai pada 15 Juni. Stokes harus hadir di depan dewan sebelum Tes kedua dimulai pada 26 Juni.




