Apple menarik Telegram dari App Store untuk waktu singkat minggu ini setelah aplikasi perpesanan tersebut gagal mematuhi kebijakan keamanan anak perusahaan. Penghapusan itu bersifat sementara — Telegram dipulihkan setelah menghapus konten yang melanggar dan memblokir pengguna yang mengunggahnya.
Apa yang memicu penghapusan
Penghapusan ini terjadi setelah Apple menandai konten di Telegram yang melanggar pedoman keamanan anak. Apple mewajibkan semua aplikasi di platformnya memiliki sistem moderasi yang kuat untuk mencegah penyebaran materi berbahaya. Ketika perusahaan mengidentifikasi konten yang melanggar, mereka memberi Telegram pilihan: hapus konten dan ambil tindakan terhadap pengguna, atau tetap tidak ada di toko.
Respons Telegram
Telegram bertindak cepat. Perusahaan menghapus konten yang ditandai dan memblokir akun yang bertanggung jawab. Setelah Apple mengonfirmasi perubahan tersebut, mereka mengembalikan Telegram ke App Store. Seluruh proses memakan waktu kurang dari sehari, menurut orang-orang yang mengetahui masalah ini.
Bagi jutaan pengguna Telegram, gangguan ini minimal — aplikasi tidak tersedia hanya selama beberapa jam. Namun insiden ini menyoroti kendali ketat Apple atas ekosistem aplikasinya. Telegram, yang dikenal dengan pendekatan lepas tangan dalam moderasi konten, pernah menghadapi pengawasan serupa sebelumnya. Pada 2021, aplikasi ini sempat diblokir di Brasil karena masalah privasi data.
Apple belum memberikan komentar publik tentang penghapusan ini. Telegram mengatakan akan terus meninjau kebijakan kontennya untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan App Store. Perusahaan tidak mengungkapkan detail tentang pengguna yang diblokir atau konten spesifik yang memicu pelanggaran.




