Loading market data...

FBI Menyita Platform Peretasan QScan dan QTRouter yang Digunakan oleh Penyerang yang Didukung Negara China

FBI Menyita Platform Peretasan QScan dan QTRouter yang Digunakan oleh Penyerang yang Didukung Negara China

Pada 26 Agustus, FBI mengambil alih dua platform peretasan bernama QScan dan QTRouter. Alat yang saling terhubung ini diduga digunakan oleh peretas yang didukung pemerintah China untuk menyerang lembaga-lembaga utama AS, demikian diumumkan badan tersebut.

Cara Kerja Platform

Kedua platform memiliki fungsi yang berbeda. QScan dirancang untuk memindai jaringan dan menemukan perangkat yang memiliki celah keamanan. Setelah target teridentifikasi, QTRouter menangani langkah berikutnya: membuat serangan tampak berasal dari tempat lain sepenuhnya, sehingga peretas bisa lolos tanpa terlacak kembali ke mesin mereka sendiri.

Pengaturan ini memberi penyerang serangan ganda. Pertama, menemukan titik lemah. Kedua, menyembunyikan jejak. FBI menyatakan platform tersebut digunakan dalam serangkaian serangan terhadap lembaga-lembaga utama AS, meskipun badan itu tidak merinci lembaga mana atau kapan serangan terjadi.

Penyitaan Itu Sendiri

Penyitaan berarti platform tersebut kini berada di bawah kendali FBI. Ini memutus kemampuan peretas untuk terus menggunakan alat-alat spesifik ini. Ini juga memberi penyidik jendela untuk memahami bagaimana operasi itu berjalan, termasuk siapa yang menjalankannya dan apa yang mereka targetkan.

Baik FBI maupun pemerintah China belum memberikan komentar lebih lanjut. Belum ada penangkapan yang diumumkan terkait pengambilalihan ini.

Di luar penyitaan, FBI belum menyatakan apakah platform tersebut aktif pada saat pengambilalihan atau berapa banyak serangan yang telah dilakukan. Langkah ini mengganggu satu infrastruktur yang diketahui, tetapi tidak berarti kelompok peretas di baliknya telah hilang. Mereka mungkin sudah beralih ke alat lain.

FBI masih menangani kasus ini. Siapa pun yang memiliki informasi tentang QScan atau QTRouter diminta untuk menghubungi pusat pengaduan kejahatan internet badan tersebut. Investigasi masih terbuka, dan cakupan penuh dari kerusakan yang mungkin telah ditimbulkan oleh platform ini belum diungkapkan ke publik.