k-ID telah menjalin kemitraan dengan Manus AI untuk menggunakan kecerdasan buatan dalam membantu perusahaan mematuhi undang-undang keselamatan anak di lebih dari 200 negara. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengurangi beban navigasi terhadap puluhan kerangka peraturan yang berbeda, yang sering berubah dan tumpang tindih.
Jalinan peraturan global yang rumit
Undang-undang keselamatan anak sangat bervariasi dari satu yurisdiksi ke yurisdiksi lainnya. Beberapa negara mewajibkan verifikasi usia, yang lain mewajibkan persetujuan orang tua, dan banyak yang memiliki aturan penyimpanan data tertentu. Perusahaan yang beroperasi lintas batas harus melacak setiap persyaratan secara terpisah atau berisiko terkena denda dan kerusakan reputasi. Kemitraan antara k-ID dan Manus AI dirancang untuk mengatasi kompleksitas tersebut melalui otomatisasi.
Bagaimana alat AI berperan
Alat berbasis AI akan menganalisis teks hukum dari masing-masing dari 200 negara yang tercakup. Alih-alih meninjau peraturan secara manual, tim kepatuhan dapat mengandalkan perangkat lunak untuk menandai kewajiban yang relevan dan menyarankan pembaruan saat undang-undang berubah. Perusahaan tidak mengungkapkan teknologi pasti di balik alat tersebut, namun tujuannya adalah untuk memberikan bisnis antarmuka tunggal untuk memantau kewajiban mereka.
Belum ada jadwal pasti
Baik k-ID maupun Manus AI belum mengumumkan kapan alat kepatuhan tersebut akan tersedia bagi klien. Kemitraan ini diumumkan tanpa tanggal peluncuran spesifik atau rincian harga. Perusahaan yang menunggu cara yang lebih sederhana untuk menangani kepatuhan keselamatan anak harus menunggu pembaruan lebih lanjut.




