Penjualan saham FIFA senilai $20 miliar telah gagal, menjerumuskan organisasi tersebut ke dalam kekacauan dan membatalkan proyek tokenisasi kripto yang menjadi bagian dari kesepakatan itu. Kegagalan ini, yang dikonfirmasi pekan ini, membuat Presiden FIFA Gianni Infantino berjuang untuk menahan dampaknya saat perselisihan internal mengancam untuk menggulingkan usaha komersial di masa depan.
Kesepakatan yang tidak terjadi
Penjualan saham yang telah berlangsung selama berbulan-bulan ini seharusnya membawa suntikan dana besar bagi FIFA. Namun, kesepakatan itu justru gagal total — dan dengan itu, rencana tokenisasi yang akan menempatkan aset digital terkait FIFA di blockchain ikut batal. Sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa komponen kripto adalah daya tarik utama bagi investor, tetapi perbedaan pendapat mengenai valuasi dan tata kelola akhirnya membunuh seluruh paket kesepakatan.
Krisis Infantino
Bagi Infantino, waktu kegagalan ini tidak bisa lebih buruk. Kegagalan tersebut melemahkan otoritasnya yang sudah mulai goyah di dalam komite eksekutif FIFA. Perselisihan internal yang telah membara selama berbulan-bulan kini meledak. Beberapa asosiasi anggota mempertanyakan kepemimpinan presiden, dan kegagalan kesepakatan ini memberi mereka amunisi. Kemampuan Infantino untuk mendorong proyek komersial di masa depan — termasuk yang terkait kripto — kini diragukan.
Tokenisasi kripto mati di air
Rencana tokenisasi tidak pernah diumumkan secara resmi, tetapi banyak dibicarakan di kalangan investor. Rencana itu akan melibatkan pembuatan token digital yang terkait dengan acara atau aset FIFA, mirip dengan yang dilakukan beberapa liga olahraga. Dengan matinya penjualan saham, proyek itu batal. Kegagalan ini juga memberikan efek dingin pada pasar yang lebih luas untuk usaha kripto terkait olahraga, yang mulai mendapatkan momentum tahun ini.
Kegagalan kesepakatan senilai $20 miliar tidak hanya merugikan FIFA — ini juga menimbulkan pertanyaan tentang minat terhadap investasi olahraga besar yang terkait dengan aset digital. Liga dan badan pengatur lain yang tengah mempertimbangkan struktur serupa mungkin kini berpikir dua kali. Untuk saat ini, semua mata tertuju pada langkah selanjutnya Infantino. Dia perlu menggalang dukungan menjelang pertemuan Dewan FIFA berikutnya, yang dijadwalkan pada akhir September. Apakah dia bisa menjaga organisasi tetap bersatu masih menjadi pertanyaan terbuka.




