Loading market data...

BitMEX Tutup Operasi saat Gugatan Class Action Menuntut 623 BTC atas Dugaan Penyalahgunaan Perdagangan

BitMEX Tutup Operasi saat Gugatan Class Action Menuntut 623 BTC atas Dugaan Penyalahgunaan Perdagangan

BitMEX, pertukaran derivatif kripto yang berbasis di Seychelles, mengumumkan penutupannya pada hari yang sama ketika gugatan class action diajukan terhadap perusahaan tersebut. Gugatan tersebut menuntut 623 bitcoin — senilai sekitar $16 juta pada harga saat ini — dan menuduh bursa menggunakan akses perdagangan istimewa serta pembekuan server untuk mendapatkan keuntungan dari likuidasi paksa.

Pengumuman Penutupan

Bursa tidak memberikan alasan rinci untuk penutupan dalam pengumumannya. Pengguna diminta untuk menarik dana sebelum batas waktu tertentu, meskipun tanggal pastinya tidak disebutkan dalam fakta yang diberikan. Penutupan ini menandai berakhirnya platform yang pernah mendominasi pasar derivatif kripto.

Tuduhan dalam Gugatan

Gugatan class action yang diajukan di pengadilan AS ini menuduh BitMEX memberikan perlakuan istimewa kepada pedagang tertentu. Menurut keluhan, para pedagang ini memiliki akses ke data buku pesanan dan dapat membekukan server bursa selama periode volatilitas tinggi. Hal ini memungkinkan mereka untuk menghindari likuidasi sementara pengguna lain dipaksa keluar dari posisi mereka dengan kerugian.

Gugatan tersebut mengklaim bahwa BitMEX sendiri mendapat untung dari praktik-praktik ini, karena likuidasi paksa menghasilkan biaya bagi bursa. Para penggugat berargumen bahwa ini merupakan pelanggaran terhadap syarat layanan platform dan kewajiban fidusia terhadap penggunanya.

Apa yang Dituntut dalam Gugatan

Para penggugat meminta 623 BTC sebagai ganti rugi, yang mewakili kerugian yang diderita oleh kelas tersebut. Mereka juga meminta perintah pengadilan untuk mencegah BitMEX menghancurkan catatan yang relevan. Kasus ini diajukan sebagai class action, yang berarti dapat mewakili ribuan pedagang yang terkena dampak.

BitMEX belum menanggapi gugatan tersebut. Pengumuman penutupan perusahaan tidak menyebutkan litigasi ini, sehingga masih menjadi pertanyaan apakah kedua peristiwa tersebut saling terkait.