Sebuah dompet yang terkait dengan salah satu pendiri Bitmex, Arthur Hayes, menjual 115.453 token HYPE dengan harga masing-masing $54,81 minggu lalu, kemudian membeli kembali 85.714 token yang sama dengan harga $62,69 — sebuah urutan jual murah, beli mahal klasik yang bertentangan dengan logika perdagangan pada umumnya.
Urutan perdagangan
Data blockchain menunjukkan dompet tersebut pertama kali melepas sejumlah besar HYPE, token asli ekosistem Hyperliquid, saat harga berada di bawah $55. Beberapa hari kemudian, dompet itu membeli kembali lot yang lebih kecil dengan harga hampir $63 per token. Harga pembelian kembali sekitar 14% lebih tinggi dari harga jual.
Dompet tersebut menjual total 115.453 token. Kemudian membeli 85.714 token. Itu berarti dompet tersebut akhirnya memiliki sekitar 30.000 token HYPE lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah awalnya — dan membayar lebih mahal untuk token yang dibeli kembali.
Pembalikan yang mahal
Perhitungan sederhana menunjukkan token yang dibeli kembali berharga sekitar $5,4 juta pada harga yang lebih tinggi, dibandingkan dengan $4,7 juta jika dompet tersebut hanya mempertahankan posisi awalnya. Selisihnya sekitar $675.000 dalam kerugian terealisasi pada bagian perdagangan tersebut, belum termasuk keuntungan atau kerugian dari 30.000 token bersih yang dijual dan tidak pernah diganti.
Mengapa dompet tersebut berbalik arah tidak jelas. Riwayat transaksi tidak disertai catatan atau penjelasan. Arthur Hayes sendiri belum berkomentar secara publik mengenai langkah-langkah tersebut.
Hayes dikenal karena komentar pasar yang blak-blakan dan sejarah taruhan kripto yang berani. Namun urutan khusus ini terlihat seperti kesalahan — menjual saat lemah dan membeli kembali saat kuat. Pedagang yang mengikuti aktivitas on-chain melihat pola tersebut dan menandainya di media sosial. Beberapa menyebutnya sebagai "jual panik" diikuti dengan "beli karena takut ketinggalan."
Dompet tersebut masih memegang sejumlah besar HYPE, meskipun saldo pastinya belum dikonfirmasi. Mungkin saja operator dompet memiliki alasan tertentu — mungkin lindung nilai atau kebutuhan likuiditas — yang memaksa penjualan tersebut. Atau bisa juga karena salah penilaian arah pasar.
Bagaimanapun, perdagangan ini menonjol karena dompet yang terkait dengan tokoh kripto terkemuka biasanya dipantau untuk mencari petunjuk pandangan pasar mereka. Langkah yang kontradiktif ini menimbulkan pertanyaan tentang sikap Hayes saat ini terhadap prospek HYPE.
Satu hal yang pasti: dompet tersebut membayar premi untuk masuk kembali. Apakah harga akan naik lebih tinggi dan membenarkan pembelian kembali tersebut, siapa pun bisa menebaknya.




