Polisi Korea Selatan telah menangkap tiga tersangka yang dituduh mencuri 12,3 miliar won — sekitar $9 juta — dari 71 investor di platform perdagangan XRP palsu. Kepolisian Metropolitan Seoul mengumumkan penangkapan tersebut pada 30 Juli, mengatakan para tersangka mendirikan bursa kripto penipuan yang menghilang setelah mengumpulkan setoran.
Bagaimana penipuan ini bekerja
Penyidik mengatakan para tersangka memikat korban dengan janji keuntungan tinggi dari investasi XRP. Mereka mengoperasikan platform palsu yang meniru bursa resmi, lengkap dengan situs web yang tampak profesional dan materi pemasaran. Begitu investor mentransfer dana, platform tersebut menghilang. Ketiga orang tersebut kini ditahan, meskipun polisi belum mengungkapkan nama atau usia mereka.
Kerugian bisa lebih tinggi
Pencurian yang terkonfirmasi mencakup 71 korban, tetapi totalnya mungkin jauh lebih besar. Polisi menelusuri 27,3 miliar won — sekitar $20 juta — melalui akun para tersangka, menunjukkan bahwa korban tambahan belum melapor. Penyidik bekerja untuk mengidentifikasi lebih banyak pengguna yang terdampak dan memulihkan aset yang dicuri. Perbedaan antara kerugian yang diketahui dan dana yang terlacak menunjukkan jaringan korban yang lebih luas, mungkin di berbagai negara.
Apa yang terjadi selanjutnya
Kepolisian Metropolitan Seoul melanjutkan penyelidikan, berfokus pada apakah para tersangka bertindak sendiri atau sebagai bagian dari jaringan yang lebih besar. Otoritas mendesak siapa pun yang berinvestasi melalui platform yang kini tidak beroperasi untuk melaporkan kerugian mereka. Kasus ini menyoroti risiko berkelanjutan dari bursa kripto palsu, yang telah menipu investor di seluruh dunia. Polisi belum menetapkan tanggal untuk dakwaan resmi para tersangka, tetapi mereka tetap ditahan seiring penyelidikan meluas.




