Polisi Sipil Rio de Janeiro menemukan operasi penambangan kripto dengan sekitar 30 komputer di sebuah lahan kosong minggu ini. Perangkat tersebut beroperasi menggunakan sambungan listrik ilegal dari tiang utilitas, dilengkapi kipas berkapasitas tinggi dan perangkat pemantau jarak jauh. Penyidik tengah menyelidiki apakah faksi kejahatan Comando Vermelho Brasil menggunakannya untuk pergerakan uang atau pencucian uang.
Pengaturan Listrik Curian
Polisi menemukan komputer-komputer tersebut beroperasi dengan daya 1,5 kW masing-masing, total sekitar 45 kW. Ini menghabiskan sekitar 32.400 kWh per bulan. Operasi ini menghindari biaya listrik sebesar $6.400 dengan tarif $0,20 per kWh. Tambang kripto ini menjalankan sistem pembuangan udara dan memiliki peralatan pemantau jarak jauh. Belum ada informasi tentang koin apa yang ditambang atau apakah kripto tersebut telah dicairkan.
Bisnis Gelap Comando Vermelho yang Semakin Meluas
Salah satu dari dua kelompok kriminal terbesar di Brasil, Comando Vermelho, menguasai wilayah dari favela hingga perbatasan Amazon. Mereka telah merambah ke penambangan emas ilegal dekat Peru dan aplikasi ojek daring rahasia di Vila Kennedy. Aplikasi ini menghasilkan hingga $200.000 per bulan. Operasi penambangan ini sesuai dengan pola mereka. Mereka menggunakan listrik curian untuk menekan biaya. Penambangan hanya menguntungkan dengan listrik gratis atau sangat murah.
Dampak Pencurian Listrik
Regulator ANEEL Brasil menyatakan pencurian energi merugikan negara sebesar $2 miliar pada tahun 2024. Rio de Janeiro termasuk salah satu negara bagian terburuk dalam kerugian ini. Pengaturan di lahan kosong menunjukkan bagaimana para penjahat memanfaatkan sistem. Mereka sama sekali tidak membayar listrik. Ini penting agar usaha penambangan bisa untung. Perusahaan utilitas Malaysia kehilangan lebih dari $1 miliar akibat pencurian serupa oleh penambang kripto antara tahun 2020 hingga Agustus 2025.
Penindakan Polisi Berlanjut
Polisi Federal Brasil menyita kripto senilai $14 juta tahun lalu dari kasus perdagangan narkoba dan pencucian uang. Operasi nasional pada Mei 2025 menyasar 16 negara bagian dengan 165 surat perintah penggeledahan yang menargetkan faksi kriminal. Laporan Chainalysis 2026 mengonfirmasi bahwa jaringan ilegal kini lebih sering menggunakan infrastruktur kripto. Namun, penyelidikan di lahan kosong ini masih berlangsung. Polisi belum mengonfirmasi identitas kelompok penambang atau apakah mereka telah memindahkan kripto ke lokasi lain.




