Loading market data...

XRP Turun 4% dari Puncak, Tapi Indikator Kunci Justru Beralih ke Sinyal Beli

XRP Turun 4% dari Puncak, Tapi Indikator Kunci Justru Beralih ke Sinyal Beli

XRP turun lebih dari 4% dari level tertinggi terkini di $1.45, namun alat teknis yang banyak diikuti kini memberi sinyal kepada pedagang untuk mengawasi kemungkinan rebound. Indikator Tom Demark Sequential memberikan sinyal beli pada grafik 4 jam, setelah serangkaian lilin merah yang mendorong harga token turun ke sekitar $1.39.

Sinyal TD Sequential Beralih ke Beli

TD Sequential, indikator waktu yang digunakan untuk mengidentifikasi kelelahan tren dan potensi pembalikan arah, memberikan sinyal beli saat XRP terkoreksi dari puncak $1.45 yang tercapai awal pekan ini. Puncak tersebut sebelumnya juga bertepatan dengan sinyal jual dari indikator yang sama, mengindikasikan penurunan tersebut telah diprediksi. Kini, dengan munculnya sinyal beli, sejumlah pedagang menilai tekanan jual lokal telah berakhir.

Analis Ali Martinez menunjukkan pola tersebut di media sosial, menyatakan bahwa kelelahan lokal telah berlalu dan XRP siap untuk rebound. Penilaian Martinez bergantung pada rangkaian candle merah yang muncul sebelum sinyal tersebut — kondisi yang diinterpretasi indikator sebagai titik balik dengan probabilitas tinggi.

Martinez Targetkan Level Resistensi Kunci

Martinez menetapkan target jangka pendek di level resistensi $1.45, area yang sama yang memicu aksi jual sebelumnya. Jika XRP merebut kembali level tersebut, ia memproyeksikan harga dapat naik ke $1.80. Hal ini akan mencerminkan kenaikan sekitar 29% dari level saat ini.

Saat berita ini ditulis, XRP diperdagangkan di harga $1.39, turun 1.5% dalam 24 jam terakhir. Token ini telah mengalami volatilitas tinggi, dengan puncak $1.45 menandai titik tertinggi lokal yang tepat diprediksi oleh TD Sequential. Apakah sinyal beli ini akan mengarah pada penguatan berkelanjutan tergantung pada kemampuan XRP menembus resistensi tersebut.

Saat ini, indikator ini memberikan alasan bagi para bull untuk memantau grafik 4 jam dengan saksama. Pergerakan selanjutnya akan menguji apakah kelelahan tersebut benar-benar bersifat lokal atau justru ada penurunan lebih dalam yang akan terjadi.