Petaruh Polymarket kini menempatkan peluang bahwa lalu lintas Selat Hormuz tidak akan kembali normal pada 31 Juli sebesar 99%. Hasil 'Tidak' yang hampir pasti ini mencerminkan delapan hari berturut-turut serangan udara AS yang menargetkan pengawasan pesisir, pertahanan udara, dan lokasi maritim yang terkait dengan IRGC. Pertanyaan apakah kampanye militer yang meningkat ini akan mengganggu jalur air vital tersebut masih terbuka.
Peluang Polymarket mendekati kepastian
Kontrak 'Tidak' di Polymarket, platform prediksi berbasis kripto, terus meningkat dalam sepekan terakhir. Pada Selasa, kontrak tersebut berada di 99 sen — yang berarti para pedagang melihat probabilitas 99% bahwa pengiriman normal dan transit minyak melalui selat tersebut tidak akan dilanjutkan pada akhir bulan. Sisi 'Ya', yang akan membayar jika lalu lintas normal, telah runtuh menjadi hanya 1 sen. Polymarket tidak mengungkapkan siapa di balik taruhan tersebut, tetapi pergeseran ini menunjukkan konsensus luas bahwa kebuntuan akan berlanjut.
Hari kedelapan serangan udara AS
Pasukan AS kini telah melakukan serangan udara selama delapan hari berturut-turut, menargetkan instalasi yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran. Serangan tersebut difokuskan pada sistem pengawasan pesisir, baterai pertahanan udara, dan instalasi maritim — semua infrastruktur yang dapat digunakan untuk memantau atau mengancam pengiriman di selat tersebut. Pentagon tidak menyatakan berapa lama kampanye ini akan berlangsung, tetapi tempo harian tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.
Selat Hormuz menjadi fokus
Selat Hormuz adalah titik sempit antara Teluk Persia dan Teluk Oman. Sekitar seperlima minyak dunia melewatinya. Gangguan apa pun — dari ranjau, serangan rudal, atau konfrontasi angkatan laut — dapat menyebabkan lonjakan harga energi. Sejauh ini, lalu lintas komersial masih berlanjut, tetapi risikonya meningkat. Serangan udara AS dirancang untuk menurunkan kemampuan Iran mengancam selat tersebut, tetapi juga meningkatkan kemungkinan kesalahan perhitungan yang dapat menutupnya.
Perhatian kini beralih pada apakah tekanan militer akan memaksa perubahan sikap Teheran — atau mendorong kawasan lebih dekat ke konflik yang lebih luas. Batas waktu 31 Juli di Polymarket bersifat arbitrer, tetapi itulah yang dipantau pasar. Dengan peluang 99%, para pedagang bertaruh bahwa selat tersebut tidak akan kembali normal pada saat itu. Apa yang terjadi setelahnya tidak ada yang tahu.




