Loading market data...

Beijing Mengubah Strategi Teknologi Menjelang Kemungkinan Kunjungan Xi ke AS

Beijing Mengubah Strategi Teknologi Menjelang Kemungkinan Kunjungan Xi ke AS

Beijing telah diam-diam menyesuaikan kebijakan teknologinya dalam beberapa pekan terakhir, sebuah langkah yang menurut analis mungkin terkait dengan potensi kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Amerika Serikat. Perubahan ini, yang melibatkan pelonggaran beberapa pembatasan pada aliran data asing dan pelonggaran persyaratan lisensi untuk chip AI tertentu, dapat menandakan upaya yang disengaja untuk meredakan ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Apa yang melibatkan perubahan ini

Menurut orang-orang yang mengetahui masalah ini, pendekatan baru China mencakup persetujuan yang lebih cepat untuk transfer data lintas batas di sektor-sektor seperti keuangan dan kesehatan, serta proses yang lebih efisien bagi perusahaan untuk mendapatkan lisensi ekspor untuk semikonduktor canggih. Perubahan ini tidak menyeluruh — terutama berlaku untuk aplikasi non-militer dan untuk perusahaan yang mematuhi tinjauan keamanan Beijing. Namun, ini menandai perubahan dari tindakan keras yang mengikuti kontrol ekspor chip AS pada tahun 2022.

Waktunya patut diperhatikan. Xi belum mengunjungi AS sejak 2017, dan sumber diplomatik mengatakan perjalanan bisa terjadi paling cepat musim gugur ini, mungkin di sela-sela Sidang Umum PBB atau KTT APEC. Pencairan ketegangan teknologi akan menjadi prasyarat untuk setiap pertemuan puncak yang berarti.

China adalah pasar terbesar di dunia untuk semikonduktor, membeli sekitar 60% dari produksi chip global. Setiap pelonggaran pembatasan dapat meningkatkan pendapatan bagi perusahaan AS seperti Nvidia dan Intel, yang telah melihat penjualan turun karena larangan ekspor. Sebaliknya, détente yang berkelanjutan juga dapat membantu perusahaan teknologi China seperti Huawei dan SMIC, yang telah berjuang di bawah sanksi.

Namun perubahan ini tidak tanpa risiko. Pemerintah AS telah memberi sinyal bahwa mereka tidak akan menarik kembali langkah-langkah keamanan nasional inti, dan setiap langkah China yang tampak terlalu akomodatif dapat dilihat sebagai tanda kelemahan di dalam negeri. Beijing harus menyeimbangkan keinginannya untuk stabilitas ekonomi dengan tujuan jangka panjangnya untuk kemandirian teknologi.

Sinyal diplomatik dan pertanyaan yang belum terjawab

Penyesuaian kebijakan ini terjadi saat kedua belah pihak telah melanjutkan pembicaraan tingkat tinggi tentang perdagangan dan iklim. Namun, AS belum mengonfirmasi kunjungan Xi, dan Gedung Putih telah mengatakan akan menilai China dari tindakannya, bukan kata-katanya. Pertanyaan kuncinya adalah apakah perubahan teknologi ini merupakan jeda taktis atau perubahan strategis yang sebenarnya.

Untuk saat ini, perusahaan dan investor mengamati dengan cermat. Beberapa pekan ke depan akan menjadi kritis: jika Beijing menindaklanjuti dengan implementasi konkret, itu dapat membuka jalan untuk pertemuan. Jika tidak, jendela mungkin tertutup lagi.