Kacamata pintar bertenaga AI milik Meta menghadapi gelombang masalah hukum dan regulasi yang semakin besar. Tuntutan hukum, keluhan privasi, dan penyelidikan pemerintah telah menumpuk atas dugaan bahwa perangkat tersebut dapat merekam orang tanpa sepengetahuan mereka. Perusahaan kini harus membela produk yang seharusnya menjadi hal besar berikutnya dalam teknologi wearable.
Bagaimana Rekaman Rahasia Memicu Reaksi Negatif
Pengguna dan orang di sekitar telah melaporkan bahwa kacamata ini dapat merekam video dan audio tanpa indikator yang jelas. Para advokat privasi mengatakan desainnya memudahkan untuk merekam secara diam-diam. Kacamata ini memiliki lampu LED kecil yang seharusnya menandakan saat perekaman aktif, tetapi para kritikus berpendapat lampu itu terlalu mudah untuk ditutup atau diabaikan. Hal ini menimbulkan keluhan bahwa perangkat tersebut melanggar undang-undang penyadapan negara bagian, yang di banyak tempat mensyaratkan persetujuan dari semua pihak yang direkam.
Salah satu insiden yang menarik perhatian melibatkan seorang pengguna yang merekam percakapan pribadi di kamar kecil, meskipun fakta kasus tersebut masih diperdebatkan. Kekhawatiran yang lebih luas adalah bahwa kacamata ini menormalkan pengawasan yang selalu aktif di ruang publik dan pribadi. Meta telah membela produknya, dengan mengatakan bahwa produk tersebut memiliki perlindungan privasi dan pengguna bertanggung jawab untuk mematuhi hukum.
Keluhan Privasi dan Tuntutan Hukum
Setidaknya dua gugatan class-action telah diajukan di pengadilan federal AS, menuduh Meta melanggar undang-undang privasi. Keluhan tersebut berargumen bahwa desain kacamata—lampu LED kecil yang mudah ditutup—tidak memberikan pemberitahuan yang memadai tentang perekaman. Para penggugat meminta ganti rugi dan perubahan pada produk, termasuk indikator perekaman yang lebih menonjol atau peringatan suara.
Keluhan privasi terpisah telah diajukan ke Komisi Perdagangan Federal (FTC) dan lembaga perlindungan konsumen negara bagian. Keluhan-keluhan ini menuduh bahwa materi pemasaran Meta meremehkan risiko perekaman tersembunyi dan gagal mengungkapkan bagaimana perusahaan mengumpulkan dan menggunakan data dari kacamata tersebut. Perusahaan belum menanggapi tuduhan spesifik dalam dokumen pengadilan.
Penyelidikan Pemerintah Sedang Berlangsung
Komisi Perdagangan Federal dan beberapa jaksa agung negara bagian telah membuka penyelidikan terhadap praktik pemasaran dan pengumpulan data Meta terkait kacamata ini. Para penyidik sedang memeriksa apakah perusahaan menyesatkan konsumen tentang perlindungan privasi. Penyelidikan masih dalam tahap awal, tetapi dapat mengarah pada denda, perjanjian persetujuan, atau persyaratan untuk mendesain ulang produk.
Meta telah mengatakan bahwa mereka bekerja sama dengan penyidik. Perusahaan juga telah menunjukkan kebijakan privasi yang ada dan kepatuhan kacamata terhadap undang-undang yang relevan. Tetapi para kritikus mengatakan penyelidikan ini mencerminkan pola yang lebih luas dari perusahaan teknologi yang memasarkan produk ke pasar sebelum sepenuhnya mengatasi risiko privasi.
Pertanyaan yang Belum Terjawab dan Tindakan yang Tertunda
Gugatan-gugatan tersebut masih dalam tahap awal, belum ada tanggal persidangan. Meta menghadapi tenggat waktu untuk menanggapi permintaan investigasi sipil dari FTC, yang dapat mengharuskan perusahaan untuk menyerahkan dokumen internal tentang pengembangan dan pemasaran kacamata. Kelompok-kelompok privasi menyerukan penarikan produk, meskipun Meta belum menunjukkan tanda-tanda akan menarik produk tersebut.
Hasil dari kasus-kasus ini dapat membentuk cara perusahaan teknologi merancang kamera wearable dan menangani persetujuan. Untuk saat ini, kacamata tetap dijual, dan pertempuran hukum serta regulasi baru saja dimulai.




