Kota Mindfulness Bhutan telah menandatangani kesepakatan dengan DK Bank yang memungkinkan setiap perusahaan berlisensi di kawasan tersebut untuk membuka akun multi-mata uang dan mengakses pinjaman beragun Bitcoin. Kemitraan yang diumumkan pekan ini ini merupakan langkah terbaru kerajaan Himalaya tersebut untuk membangun pusat fintech yang teregulasi yang dapat menarik bisnis internasional sambil mengendalikan volatilitas.
Apa yang ditawarkan kemitraan ini
DK Bank akan menyediakan akun multi-mata uang — kebutuhan dasar bagi perusahaan lintas batas — beserta pinjaman yang dijaminkan dengan Bitcoin. Artinya, sebuah perusahaan dapat menyimpan BTC di bank dan meminjam dalam mata uang fiat atau mata uang lainnya dengan jaminan tersebut. Rasio pinjaman terhadap nilai dan suku bunga pasti belum diungkapkan, tetapi layanan ini sudah aktif untuk semua perusahaan berlisensi di dalam Kota Mindfulness.
Mengapa Bhutan mendorong ini
Kota Mindfulness adalah kawasan ekonomi khusus Bhutan, dirancang untuk menarik perusahaan fintech dan blockchain dengan kerangka regulasi yang ringan namun jelas. Pemerintah ingin mendiversifikasi ekonomi yang selama ini bergantung pada tenaga air dan pariwisata. Dengan menghubungkan pinjaman kripto ke bank tradisional, mereka berusaha menawarkan stabilitas — jembatan antara dunia kripto dan ekonomi riil. “Meningkatkan ketahanan ekonomi” adalah bagaimana para pejabat menggambarkan tujuan tersebut dalam pengumuman.
Siapa yang dapat menggunakan layanan ini
Akun dan pinjaman ini terbuka untuk setiap perusahaan yang memiliki izin di Kota Mindfulness. Ini mencakup perusahaan rintisan, pemain fintech mapan, dan bisnis lain yang disetujui. Kota itu sendiri masih dalam tahap awal — izin pertama dikeluarkan tahun lalu — sehingga jumlah pengguna potensial masih kecil namun terus bertambah. DK Bank, sebuah lembaga lokal, menangani sisi perbankan; regulator kota mengawasi perizinan.
Ambisi yang lebih luas
Bhutan memposisikan dirinya sebagai yurisdiksi netral dengan pajak rendah bagi perusahaan asli kripto yang ingin beroperasi secara legal. Ini adalah ajang yang ramai — Singapura, Dubai, dan El Salvador semuanya memiliki tawaran serupa — tetapi Bhutan mengandalkan mereknya sebagai destinasi “mindfulness”. Apakah itu cukup untuk menarik perusahaan masih harus dilihat, tetapi kesepakatan dengan DK Bank memberi mereka produk perbankan yang konkret. Untuk saat ini, layanan sudah aktif, dan kota ini terbuka untuk aplikasi.




