Senat telah menunda RUU struktur pasar kripto hingga musim gugur, sebuah langkah yang menandakan meredanya momentum Clarity Act. Undang-undang yang sebelumnya dipandang sebagai jalan menuju aturan yang jelas bagi aset digital ini kini terhambat akibat perselisihan regulasi yang belum terselesaikan. Penundaan ini meningkatkan risiko bahwa Amerika Serikat akan semakin tertinggal dari negara lain dalam menetapkan kerangka kerja yang koheren untuk kripto.
Mengapa RUU tersebut mandek
Momentum Clarity Act telah mereda selama berminggu-minggu. Para anggota parlemen tidak dapat mencapai kesepakatan tentang cara menangani isu-isu kunci — termasuk lembaga mana yang akan mendapatkan pengawasan utama atas pasar spot kripto dan bagaimana memperlakukan protokol keuangan terdesentralisasi. Tanpa adanya kompromi, pimpinan memilih untuk menunda RUU tersebut ke sesi musim gugur daripada memaksakan pemungutan suara yang bisa gagal.
Apa arti penundaan ini
Ketidakpastian regulasi adalah biaya langsungnya. Tanpa RUU struktur pasar, perusahaan kripto menghadapi aturan negara bagian yang tidak seragam dan sinyal federal yang bertentangan. Ketidakpastian ini menghambat inovasi dan investasi, karena perusahaan menunda peluncuran produk baru dan perekrutan. AS berisiko kehilangan posisi dari yurisdiksi seperti Uni Eropa, yang sudah memberlakukan regulasi Markets in Crypto-Assets, serta Inggris dan Singapura, yang bergerak lebih cepat dalam menyusun aturan.
RUU tersebut diperkirakan akan muncul kembali saat Senat kembali bersidang pada musim gugur. Namun, perbedaan pendapat yang sama yang menghentikan momentumnya di musim panas masih belum terselesaikan. Jika para anggota parlemen tidak dapat menjembatani kesenjangan, Clarity Act bisa semakin tertunda — atau bahkan mati sama sekali. Untuk saat ini, industri kripto hanya bisa menunggu.




