Loading market data...

Toncoin Mengganti Nama Menjadi Gram Saat Pendiri Telegram Berbicara tentang Bab Baru

Toncoin Mengganti Nama Menjadi Gram Saat Pendiri Telegram Berbicara tentang Bab Baru

Toncoin, mata uang kripto yang terkait dengan The Open Network, mengganti namanya menjadi Gram. Penggantian nama ini, yang diumumkan minggu ini, diikuti oleh kenaikan harga token sebesar 15%. Pendiri Telegram, Pavel Durov, mengatakan langkah ini adalah 'kembali ke akar kita — dan memulai babak baru'.

Pengumuman Penggantian Nama

The Open Network, proyek blockchain di balik Toncoin, berencana menerapkan perubahan ini. Pergantian nama menjadi Gram menghidupkan kembali nama yang awalnya muncul dalam ambisi blockchain awal Telegram sebelum permasalahan regulasi memaksa pemisahan. Ticker Toncoin akan diperbarui bersamaan dengan perubahan identitas yang lebih luas, meskipun tidak ada jadwal tertentu untuk peluncuran penuh yang diberikan.

Investor merespons dengan cepat. Harga token naik 15% dalam beberapa jam setelah berita ini dirilis, menambahkan sekitar $X juta ke kapitalisasi pasarnya—angka pastinya tidak diungkapkan.

Pernyataan Durov

Pavel Durov, yang mendirikan Telegram dan tetap menjadi figur sentral dalam arah pengembangan aplikasi pesan ini, menggambarkan penggantian nama sebagai kembali ke awal dan permulaan baru. 'Kembali ke akar kita — dan memulai babak baru,' katanya. Kalimat ini mengingatkan pada proyek token Gram Telegram yang awalnya diluncurkan pada 2018, yang ditinggalkan setelah U.S. Securities and Exchange Commission menggugat karena penjualan token yang tidak terdaftar. Perselisihan hukum tersebut berakhir dengan Telegram membayar denda dan mengembalikan uang ke investor, sementara The Open Network melanjutkan operasinya secara independen.

Durov tidak memberikan penjelasan lebih lanjut apakah Telegram akan kembali terlibat dengan jaringan atau token Gram, sehingga pertanyaan tersebut masih terbuka.

Reaksi Pasar

Kenaikan harga mendorong nilai Toncoin ke level yang tidak terlihat dalam beberapa minggu terakhir, menurut data bursa. Volume perdagangan juga melonjak, menunjukkan pembelian aktif daripada kenaikan pasif. Beberapa pedagang mungkin bertaruh bahwa nama Gram memiliki nilai nostalgia dan dapat menjadi sinyal integrasi kembali dengan 900 juta pengguna bulanan Telegram — kemungkinan yang belum dikonfirmasi maupun dibantah oleh Durov.

Meskipun demikian, kenaikan 15% hanya terjadi dalam sehari. Apakah penggantian nama ini akan menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan tergantung pada adopsi dan eksekusi teknis. Pengembang The Open Network belum merilis roadmap rinci untuk tahapan implementasi penggantian nama ini.

Langkah Selanjutnya

The Open Network mengatakan mereka berencana menerapkan penggantian nama Gram — namun 'perencanaan' ini belum menentukan tanggal peluncuran pasti. Pengembang diperkirakan akan merilis jadwal dalam beberapa minggu ke depan. Hingga saat itu, token diperdagangkan dengan kedua nama, dan bursa perlu menyesuaikan daftar perdagangannya. Pertanyaan yang lebih besar yang belum terjawab adalah apakah Telegram akan kembali terhubung dengan proyek yang pernah mereka luncurkan, atau apakah Gram akan berdiri sendiri.