Kampanye CLARITY Act Ripple kembali bergulir ke Washington, D.C. minggu ini, dengan membawa truk bermereknya untuk mendorong kembali upaya di Capitol Hill. Perusahaan mengumumkan upaya ini pada 14 Juli, tetapi sambutan dari Senator Demokrat kurang antusias.
Apa yang ingin dicapai oleh CLARITY Act
RUU ini dirancang untuk menciptakan kerangka regulasi yang lebih jelas bagi aset digital. Ripple telah melobi RUU ini sebagai cara untuk mengakhiri ketidakpastian hukum yang telah membayangi industri kripto. Namun, versi saat ini menghadapi penolakan dari beberapa Senator Demokrat, yang telah menandai tiga titik masalah spesifik: potensi konflik kepentingan keuangan presiden, standar anti-penipuan yang lemah, dan perlindungan yang tidak memadai terhadap manipulasi pasar.
Mengapa tantangan ini penting
Keberatan-keberatan tersebut bukan sekadar keluhan prosedural. Mereka membahayakan jenis dukungan bipartisan yang dibutuhkan RUU ini. Tanpa dukungan dari Demokrat, CLARITY Act bisa terhenti di Kongres yang terbelah. Tur truk Ripple dimaksudkan untuk membangun tekanan publik, tetapi kekhawatiran para anggota parlemen menunjukkan bahwa perusahaan mungkin perlu kembali ke meja perundingan.
Kekhawatiran konflik kepentingan berpusat pada apakah RUU ini akan memungkinkan seorang presiden atau rekan dekatnya untuk mendapatkan keuntungan dari kebijakan kripto. Ketentuan anti-penipuan dan manipulasi pasar, menurut para kritikus, terlalu samar untuk menghentikan pelaku kejahatan. Ripple belum menanggapi secara publik poin-poin spesifik tersebut.
Apa yang terjadi selanjutnya
Truk akan terus berjalan, tetapi aksi nyata ada di ruang komite. Anggota parlemen harus memutuskan apakah akan mengubah RUU tersebut atau membiarkannya mati. Untuk saat ini, jalan ke depan bagi CLARITY Act bergantung pada apakah Ripple dan sekutunya dapat mengatasi kekhawatiran Demokrat tanpa kehilangan dukungan yang sudah mereka miliki.




