Loading market data...

China Unicom Peringatkan Risiko Pembatasan AS Memecah Jaringan Telekomunikasi Global

China Unicom Peringatkan Risiko Pembatasan AS Memecah Jaringan Telekomunikasi Global

China Unicom telah mengeluarkan peringatan keras bahwa pembatasan yang diusulkan oleh Amerika Serikat dapat memecah jaringan telekomunikasi global menjadi blok-blok terpisah yang kurang aman. Perusahaan milik negara Tiongkok ini berpendapat bahwa langkah tersebut akan memaksa negara-negara untuk bergantung pada jalur komunikasi yang tidak setransparan dan seterpercaya sistem yang saling terhubung saat ini.

Peringatan dari China Unicom

Dalam pernyataan terbaru, raksasa telekomunikasi ini mengatakan bahwa jika AS terus mendorong pembatasan pada peralatan dan teknologi, hasilnya akan berupa lanskap yang terfragmentasi. Alih-alih satu jaringan global yang dibangun di atas standar bersama, berbagai wilayah akan menjalankan infrastruktur mereka sendiri, seringkali dengan pengawasan yang lebih sedikit. China Unicom tidak menyebutkan aturan spesifik mana yang paling dikhawatirkannya, tetapi ketegangan yang lebih luas antara Washington dan Beijing mengenai perangkat 5G dan serat optik telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Pesan perusahaan ini jelas: memutuskan tautan yang ada tidak akan membuat siapa pun lebih aman. Menurut mereka, hal itu justru akan menciptakan titik lemah baru. Peringatan ini menggemakan kekhawatiran yang telah disuarakan oleh operator lain dan badan industri yang mengatakan bahwa fragmentasi pasti mengarah pada standar keamanan yang lebih rendah, karena akan ada lebih sedikit pemeriksaan dan lebih sedikit kerja sama internasional.

Bagaimana jaringan bisa terpecah

Jaringan telekomunikasi global saat ini bergantung pada sejumlah kabel bawah laut dan stasiun darat yang mengalirkan lalu lintas melalui berbagai negara. Jika AS membatasi peralatan atau perangkat lunak mana yang boleh digunakan—atau perusahaan mana yang boleh berpartisipasi—maka operator mungkin terpaksa melewati pusat-pusat tertentu. Hal ini dapat berarti data membutuhkan waktu lebih lama, jalur yang tidak langsung, atau dialihkan melalui negara-negara dengan undang-undang privasi yang lebih lemah.

China Unicom secara khusus memperingatkan bahwa hal ini akan meningkatkan ketergantungan pada “rute komunikasi yang kurang aman dan transparan.” Dalam praktiknya, itu berarti lebih banyak lalu lintas melewati yurisdiksi di mana pengawasan lebih longgar atau penyadapan lebih mudah. Hasilnya: sistem yang lebih sulit dipantau dan dilindungi, bukan lebih mudah.

Kekhawatiran keamanan di kedua sisi

Regulator AS telah lama mengutip keamanan nasional sebagai alasan untuk membatasi vendor telekomunikasi Tiongkok seperti Huawei dan ZTE. Mereka berpendapat bahwa peralatan dari perusahaan-perusahaan tersebut dapat mengandung pintu belakang atau digunakan untuk spionase. Peringatan China Unicom membalik logika itu, dengan menyiratkan bahwa obatnya lebih buruk daripada penyakitnya.

Dengan mendorong fragmentasi, kata perusahaan, Washington secara tidak sengaja dapat menciptakan kerentanan yang justru ingin dihindari. Jaringan yang terpecah akan kekurangan protokol keamanan bersama dan pengawasan timbal balik yang membuat sistem saat ini tangguh. Peringatan tersebut tidak membahas apakah kebijakan Tiongkok sendiri telah berkontribusi pada ketegangan, tetapi menyoroti bahwa pembatasan yang diusulkan dapat menjadi bumerang.

Apa yang akan terjadi selanjutnya

AS belum menetapkan aturan baru yang secara khusus menargetkan China Unicom atau grup induknya. Namun, ancaman pembatasan lebih lanjut masih ada di atas meja seiring berlanjutnya sengketa perdagangan dan teknologi. Untuk saat ini, para operator dan pemerintah mengamati dengan saksama. Beberapa bulan ke depan akan menunjukkan apakah Washington melanjutkan kontrol yang lebih ketat—dan apakah negara-negara lain mengikuti jalur mereka sendiri, memperdalam fragmentasi yang diperingatkan oleh China Unicom.