Pemerintahan Trump bergerak untuk mengganti tarif sementara Section 301 dengan bea masuk permanen pada barang dari 60 ekonomi, dengan alasan kerja paksa sebagai pembenaran. Rencana ini, yang mengubah proses tarif dari terbatas waktu menjadi tidak terbatas, akan mengunci biaya yang lebih tinggi pada berbagai impor.
Mengapa kerja paksa menjadi pemicu
Section 301 dari Undang-Undang Perdagangan 1974 memungkinkan presiden untuk memberlakukan tarif pada negara-negara yang melakukan praktik perdagangan tidak adil. Pemerintahan kini menggunakan wewenang itu untuk menargetkan apa yang disebutnya kerja paksa dalam rantai pasok global. Ini merupakan penyimpangan dari fokus biasa pada subsidi atau pencurian kekayaan intelektual, dan menempatkan hak asasi manusia sebagai pusat kebijakan tarif. Perubahan ini bersifat permanen, bukan hukuman satu kali.
60 ekonomi dalam daftar
Pemerintahan belum merilis daftar lengkap ekonomi tersebut, tetapi menyatakan bahwa itu adalah tempat di mana kerja paksa umum terjadi di industri-industri kunci. Tarif akan mencakup barang mulai dari tekstil hingga elektronik, meskipun produk spesifik belum dirinci. Ekonomi-ekonomi tersebut tersebar di berbagai kawasan, dan daftarnya mencakup mitra dagang utama maupun negara yang lebih kecil. Langkah pemerintahan ini menggantikan tarif sementara yang akan berakhir, yang berarti tekanan kini bersifat jangka panjang.
Apa arti penggantian tarif sementara
Tarif sementara memerlukan pembaruan berkala, yang menciptakan ketidakpastian bagi bisnis. Dengan menjadikannya permanen, pemerintahan menghilangkan ketidakpastian itu—tetapi juga berarti biaya yang lebih tinggi akan bertahan. Importir yang bergantung pada barang dari 60 ekonomi ini harus menyesuaikan rantai pasok mereka atau menyerap biaya tambahan. Pemerintahan mengatakan tujuannya adalah untuk menghilangkan kerja paksa, tetapi dampak ekonomi akan menyebar ke industri yang bergantung pada impor dari negara-negara ini.
Langkah selanjutnya dan pertanyaan yang belum terjawab
Pemerintahan belum menetapkan tanggal kapan tarif permanen akan berlaku. Juga belum jelas bagaimana 60 ekonomi tersebut akan merespons. Beberapa mungkin akan menantang tarif di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), sementara yang lain mungkin mencari kesepakatan bilateral. Untuk saat ini, rencana tersebut menandakan pendekatan baru yang lebih keras dalam penegakan perdagangan, yang mengaitkan kebijakan tarif langsung dengan praktik ketenagakerjaan. Pertanyaannya adalah apakah tarif akan mencapai tujuan yang dinyatakan atau hanya menaikkan harga bagi konsumen.




