Loading market data...

CZ Mengusulkan Paspor Lisensi Kripto Seluruh ASEAN di KTT Manila

CZ Mengusulkan Paspor Lisensi Kripto Seluruh ASEAN di KTT Manila

Changpeng Zhao, pendiri Binance, menggunakan panggung di Manila pada hari Selasa untuk mendorong proposal yang memungkinkan perusahaan kripto yang memiliki lisensi di satu negara ASEAN beroperasi di seluruh kawasan tanpa harus mengajukan permohonan ulang. Berbicara di ASEAN Tech Summit Manila 2026, Zhao mendukung sistem paspor lisensi yang dimodelkan pada regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) Uni Eropa, yang sudah memungkinkan perusahaan kripto untuk memberikan layanan lintas batas di antara negara-negara anggota UE.

Gagasan paspor

Gagasan ini bukanlah hal baru — pertama kali diangkat oleh Lito Villanueva, ketua pendiri FinTech Alliance PH. Namun dukungan Zhao memberikan bobot tersendiri. Berdasarkan proposal tersebut, bursa kripto yang telah disetujui di, misalnya, Singapura dapat berekspansi ke Thailand atau Filipina melalui proses persetujuan yang disederhanakan, bukan pengajuan ulang secara penuh. Zhao mengatakan hambatan utamanya bersifat politis, bukan teknis. Ini adalah penilaian jujur tentang betapa lambatnya harmonisasi regional bergerak, bahkan ketika teknologinya sudah siap.

ASEAN sudah memiliki cetak biru

ASEAN tidak memulai dari awal. Kerangka Skema Investasi Kolektif Forum Pasar Modal ASEAN telah beroperasi di Malaysia, Thailand, dan Singapura sejak 2014, dan Filipina bergabung pada 2021. Ada juga ACMF Pass untuk penasihat investasi. Preseden tersebut menunjukkan bahwa blok ini dapat membuat sistem paspor berfungsi — tetapi butuh waktu bertahun-tahun. Kripto bergerak lebih cepat daripada keuangan tradisional, dan regulator mungkin tidak dapat mengimbanginya.

Pernyataan Zhao sesuai dengan strategi Binance yang lebih luas untuk fokus pada Asia sebagai pasar pertumbuhan lisensi utama. Bursa ini telah mengejar persetujuan di seluruh kawasan, dan sistem paspor akan memungkinkannya untuk berkembang tanpa harus bernegosiasi dengan setiap regulator. Waktunya bukanlah kebetulan: AS masih merupakan kekacauan regulasi yang terfragmentasi. CEO Ripple, Brad Garlinghouse, telah menyampaikan hal yang sama, mengkritik fragmentasi regulasi AS sebagai hambatan bagi adopsi kripto. Bagi Binance, ASEAN tampak sebagai taruhan yang lebih koheren.

Apa yang akan terjadi selanjutnya belum jelas. Proposal ini membutuhkan dukungan dari menteri keuangan dan gubernur bank sentral ASEAN. Belum ada jadwal resmi yang diumumkan. Namun Zhao telah mencatat gagasan ini, dan itu sendiri mendorongnya lebih dekat ke diskusi kebijakan yang nyata.